You are currently viewing Wisuda II UNBIM Semakin Berwarna, Mahasiswa Asing dan Mitra Perguruan Tinggi Internasional Turut Hadir

Wisuda II UNBIM Semakin Berwarna, Mahasiswa Asing dan Mitra Perguruan Tinggi Internasional Turut Hadir

Mataram – Momentum Wisuda II Universitas Bima Internasional MFH (UNBIM) Tahun Akademik 2025/2026 berlangsung meriah dan penuh suka cita. Kebahagiaan para wisudawan dan keluarga semakin lengkap dengan hadirnya mahasiswa internasional serta sejumlah perwakilan perguruan tinggi mitra dari kawasan Asia Tenggara dan Filipina. (Senins, 21/09/2026)

Salah satu momen yang menjadi perhatian dalam wisuda kali ini adalah keberhasilan Calvin Jansen, mahasiswa asing UNBIM, yang kembali mengikuti prosesi wisuda setelah sebelumnya menyelesaikan pendidikan Diploma. Pada momentum Wisuda II ini, Calvin menuntaskan pendidikan program Sarjana di bidang Teknologi Laboratorium Medis (TLM).

Keberhasilan Calvin menjadi salah satu gambaran nyata semakin terbukanya UNBIM bagi mahasiswa internasional. Perjalanan akademiknya sekaligus menunjukkan bahwa lingkungan pendidikan UNBIM dapat menjadi ruang belajar bagi mahasiswa dari berbagai negara.

Wisuda UNBIM juga kembali diwarnai kehadiran mitra perguruan tinggi internasional. Tahun ini, sejumlah akademisi dari perguruan tinggi Filipina hadir langsung dalam rangkaian wisuda, yakni Prof. Dr. Juerol Nuevo dari Our Lady University Philippines, Dr. Ferdinand Mortel dari Manila Central University (MCU), serta Dr. Grace dari Wesleyan Philippines University.

Kehadiran para mitra internasional tersebut menjadi bagian dari tradisi UNBIM dalam membangun dan merawat hubungan kelembagaan dengan perguruan tinggi luar negeri. Kehadiran mereka tidak hanya menjadi simbol persahabatan akademik tetapi juga memperkuat komunikasi dan jejaring kerja sama yang telah dibangun selama ini.

Pada pelaksanaan wisuda tahun sebelumnya, UNBIM juga mendapat kehormatan dengan kehadiran Prof. Dr. Nazile Salleh dari Saito University Malaysia, salah satu mitra internasional UNBIM.

Rektor UNBIM, Dr. Apt. Ajeng Dian Pertiwi, menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa internasional dan mitra perguruan tinggi luar negeri dalam agenda wisuda menjadi bagian dari proses internasionalisasi yang terus dikembangkan UNBIM.

“Internasionalisasi bagi UNBIM bukan sekadar menghadirkan tamu atau mahasiswa dari luar negeri. Yang lebih penting adalah bagaimana hubungan tersebut menghasilkan kolaborasi yang memberikan dampak bagi mahasiswa, dosen, institusi, dan masyarakat. Karena itu, kami terus mendorong kerja sama internasional yang dapat diimplementasikan dalam program akademik secara nyata,” ujar Rektor.

Menurutnya, kehadiran Calvin Jansen sebagai mahasiswa internasional yang menyelesaikan pendidikan hingga jenjang sarjana menjadi pengalaman yang membanggakan bagi UNBIM.

“Kami tentu sangat mengapresiasi keberhasilan Calvin menyelesaikan pendidikannya di UNBIM. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus membangun lingkungan akademik yang terbuka, inklusif dan mampu memberikan pengalaman pendidikan yang berkualitas bagi mahasiswa dari berbagai negara,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Kerja Sama UNBIM, Dr. Alfinsahri, M.Si., menegaskan bahwa jejaring internasional yang telah dibangun harus terus dirawat melalui komunikasi dan program kolaborasi yang berkelanjutan.

“Membangun kerja sama internasional membutuhkan proses yang panjang. Yang paling penting bukan hanya menandatangani kerja sama tetapi bagaimana komunikasi dan hubungan antarinstitusi maupun antardosen tetap terjaga dan menghasilkan kegiatan bersama,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran mitra internasional dalam wisuda UNBIM menjadi salah satu bentuk nyata dari hubungan akademik yang telah dibangun.

“Kehadiran para mitra dari Filipina dalam Wisuda II ini menunjukkan bahwa hubungan yang dibangun UNBIM terus berkembang. Ke depan, kami akan mendorong lebih banyak program seperti international mobility, visiting lecturer, international community service, penelitian bersama dan konferensi internasional,” ungkapnya.

Dukungan Pembina Yayasan UNBIM, Assoc. Prof. Dr. Syamsuriansyah Sadakah, dalam mendorong percepatan internasionalisasi UNBIM di kawasan Asia Tenggara turut menjadi bagian penting dalam pengembangan jejaring global kampus.

Melalui berbagai komunikasi dan kolaborasi yang dibangun secara berkelanjutan, hubungan UNBIM dengan sejumlah perguruan tinggi mitra di luar negeri terus terjaga. Kerja sama tersebut mencakup berbagai aktivitas akademik, termasuk mobilitas mahasiswa dan dosen, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, visiting lecturer hingga kegiatan internasional lainnya.

Sejumlah mitra internasional UNBIM di kawasan Asia Tenggara antara lain Mahidol University Thailand, Yangon University Myanmar, Putisahtra University Kamboja dan University of Hanoi Vietnam. Jejaring tersebut menjadi bagian dari upaya UNBIM memperluas ruang kolaborasi akademik dan memberikan pengalaman internasional bagi sivitas akademika.

Target 150 Mahasiswa Filipina pada 2027

Penguatan kerja sama internasional juga terus diarahkan pada program yang memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa. Pada 2027, UNBIM memproyeksikan sekitar 150 mahasiswa dari Filipina akan mengikuti program international outbound mobility ke UNBIM.

Program tersebut direncanakan mencakup international conference, international community service, dan international lecturer. Kehadiran mahasiswa dan akademisi internasional diharapkan semakin memperkuat interaksi akademik lintas negara sekaligus memperkenalkan potensi pendidikan dan budaya Indonesia kepada mitra internasional.

Pengembangan jejaring internasional juga terlihat dari kepercayaan sejumlah perguruan tinggi luar negeri yang menjadikan UNBIM sebagai salah satu tempat pelaksanaan kegiatan akademik dan magang. Di antaranya Avans University Belanda, Leiden University Belanda, serta Saito University Malaysia.

Mahasiswa dari Sudan, Bukti Kepercayaan Internasional

Tahun ini, UNBIM juga menerima mahasiswa internasional asal Sudan. Kehadiran mahasiswa dari luar negeri tersebut menjadi salah satu capaian dalam perjalanan internasionalisasi UNBIM sekaligus menunjukkan semakin terbukanya lingkungan akademik UNBIM bagi mahasiswa internasional.

Internasionalisasi bagi UNBIM tidak hanya dimaknai sebagai kehadiran mitra atau mahasiswa asing, tetapi juga sebagai proses membangun kualitas institusi agar mampu memenuhi tuntutan pendidikan tinggi global.

Karena itu, UNBIM terus melakukan pembenahan dan peningkatan pada berbagai aspek, mulai dari kualitas sumber daya manusia, fasilitas pendidikan, laboratorium, proses pembelajaran, layanan mahasiswa hingga tata kelola akademik yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Perjalanan internasionalisasi UNBIM tersebut menjadi bagian dari upaya membangun perguruan tinggi yang semakin terbuka terhadap kolaborasi global. Dengan menjaga komunikasi, memperkuat kerja sama dan terus meningkatkan kualitas internal, UNBIM berupaya memperluas kontribusinya dalam jejaring pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara.

Internasionalisasi bukan sekadar menghadirkan mitra dari luar negeri, tetapi membangun kepercayaan, menjaga kolaborasi, meningkatkan kualitas dan menciptakan ruang belajar yang melampaui batas negara.

By, “Humas UNBIM”

Humas UNBIM

Asal Usul / Sejarah Universitas Bima Internasional MFH (UNBIM MFH) dulunya adalah Politeknik Medica Farma Husada (MFH) di Mataram, NTB. Politeknik MFH didirikan oleh Yayasan Cipta Medica Mandiri pada tahun 2009 dengan fokus pada pendidikan vokasi. Pada 10 Mei 2025, resmi bertransformasi menjadi universitas dengan nama Universitas Bima Internasional MFH. Visi dan Misi / Cita-cita UNBIM MFH memiliki visi internasional: menjadi “magnet pendidikan dunia” dan pusat pendidikan unggulan di kawasan Asia Tenggara. Berkomitmen pada internasionalisasi: menjalin kerja sama dengan universitas luar negeri, pertukaran mahasiswa dan dosen, riset kolaboratif internasional. Mendorong tridharma perguruan tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Program Studi Sebelum menjadi universitas, Politeknik MFH memiliki 10 program studi vokasi (D3 dan sarjana terapan), terutama di bidang kesehatan, teknologi laboratorium, sistem informasi, manajemen kesehatan, dan lainnya. Dengan transformasi menjadi universitas, diharapkan UNBIM MFH akan mengembangkan program studi baru (meskipun detail lengkap fakultasnya mungkin masih dalam pengembangan). Kepemimpinan Rektor UNBIM MFH adalah Dr. Syamsuriansyah, MM., M.Kes. Direktur (saat masih Politeknik) adalah Apt. Ajeng Dian Pratiwi, M.Farm. Dr. Syamsuriansyah juga berperan sebagai tokoh penting dalam yayasan dan di komunitas pendidikan internasional, misalnya sebagai Presiden AASMT (Asean Association of Schools of Medical Technology). Prestasi dan Pengakuan Politeknik MFH pernah mendapat peringkat sebagai Perguruan Tinggi Vokasi Terbaik di NTB UNBIM MFH menjalin kerja sama strategis dengan banyak universitas di kawasan ASEAN (Filipina, Vietnam, Kamboja, Thailand, Malaysia). Ruang lingkup kolaborasi mencakup pertukaran akademik, riset internasional, seminar & konferensi bersama, kurikulum global, dan peningkatan kapasitas institusi. Budaya dan Tradisi Ada tradisi unik di kampus MFH: memberikan hadiah umroh kepada dosen dan tenaga kependidikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka. Fokus pada tenaga pengajar muda dan energik untuk mendorong inovasi pendidikan dan penelitian. Alamat / Lokasi Kampus UNBIM MFH berlokasi di Jalan Medica Farma No. 1, Mataram, NTB