[Kabar Diksa, 02/10/2026], Mataram – Di tengah tuntutan pendidikan vokasi yang semakin dekat dengan dunia kerja, mahasiswa Program Studi D4 Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (PPKH) Universitas Bima Internasional (UNBIM) memilih cara belajar yang berbeda. Mereka “turun kandang”, mengamati langsung ternak, membaca perilaku hewan, mengenali kondisi lingkungan, hingga menguji teori Zoologi Dasar yang selama ini dipelajari di ruang kelas.
Melalui Mata Kuliah Zoologi Dasar, mahasiswa melakukan observasi langsung di kandang kelompok ternak ayam milik H. Sairi Sadip, Desa Karang Bongkot, pada Rabu (1/10). Kegiatan ini diikuti tujuh mahasiswa bersama dosen dan pendamping.
Di lokasi, mahasiswa tidak sekadar mengamati ternak. Mereka mempelajari secara langsung ciri morfologi, klasifikasi, perilaku, habitat, hingga pola manajemen pemeliharaan ayam. Hasil pengamatan kemudian dicatat dalam lembar kerja, didokumentasikan, dan didiskusikan bersama dosen serta pengelola kandang.
Bagi Program Studi PPKH, praktik lapangan menjadi bagian penting untuk membawa pembelajaran keluar dari ruang kelas. Kaprodi D4 PPKH, Ramdhani, mengatakan mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman nyata agar ilmu yang dipelajari tidak berhenti pada pemahaman teoritis.
Mahasiswa PPKH harus melihat secara langsung bagaimana konsep yang mereka pelajari diterapkan di lapangan. Melalui praktikum seperti ini, mereka belajar mengamati, menganalisis, berkomunikasi dengan peternak, sekaligus memahami kondisi dan kesejahteraan hewan secara nyata,” ujar Ramdhani.
Menurutnya, kegiatan lapangan juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk memahami berbagai persoalan peternakan yang tidak selalu dapat ditemukan di dalam buku atau ruang perkuliahan.
Sementara itu, H. Sairi Sadip, pemilik kandang sekaligus tokoh agama Desa Karang Bongkot, menilai peternakan bukan hanya berkaitan dengan peluang ekonomi, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran dan pengembangan inovasi.
“Peternakan tidak hanya menciptakan peluang dan bisnis semata. Peternakan juga tempat menumbuhkan ilmu, ide, inovasi dan kreativitas yang bermanfaat bagi sesama makhluk hidup,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya tanggung jawab manusia dalam memperlakukan ternak dan hewan secara baik serta tidak melakukan eksploitasi secara berlebihan.
Menariknya, praktikum tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan akademik. Interaksi antara mahasiswa, program studi, dan mitra membuka peluang pengembangan kerja sama yang lebih luas melalui MoU, MoA, dan Implementation Agreement (IA).
Kerja sama tersebut nantinya diarahkan untuk mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang selaras dengan kebutuhan Program Studi PPKH.
Kegiatan ini sekaligus menjadi contoh bagaimana pembelajaran berbasis pengalaman dapat mempertemukan teori, praktik, dan kebutuhan masyarakat. Mahasiswa mendapatkan pengalaman lapangan, sementara mitra peternakan menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
Bagi PPKH UNBIM, “turun kandang” bukan sekadar cara belajar zoologi. Ini adalah langkah membawa pembelajaran lebih dekat dengan dunia profesi sekaligus membuka pintu kolaborasi yang berdampak.

