Mataram, UNBIM — Universitas Bima Internasional MFH (UNBIM) terus menegaskan komitmennya dalam mewujudkan kampus inklusif dengan membuka akses pendidikan tinggi yang seluas-luasnya bagi mahasiswa difabel. Pada tahun akademik 2026, UNBIM secara strategis memfokuskan pengembangan sistem pendidikan yang ramah disabilitas sebagai bagian dari transformasi institusi yang berkeadilan dan berkelanjutan. (Senin, 20/04/3026)
Hingga saat ini, tercatat 15 calon mahasiswa difabel tengah mengikuti proses pendaftaran di berbagai program studi di UNBIM. Peningkatan ini menjadi indikator positif atas tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap kesiapan kampus dalam menyediakan layanan pendidikan yang inklusif, adaptif dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa.
Sebagai bentuk dukungan konkret, UNBIM juga menginisiasi program beasiswa khusus bagi mahasiswa difabel yang terintegrasi dengan kebijakan nasional di bidang pendidikan tinggi, guna menjamin keberlanjutan studi serta peningkatan kualitas akademik secara optimal.
Rektor UNBIM, Dr. Apt. Ajeng Dian Pertiwi, M.Farm, menegaskan bahwa pendidikan tinggi harus menjadi ruang yang terbuka dan setara bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kampus inklusif bukan sekadar menyediakan akses, tetapi juga memastikan keadilan, kesetaraan, dan pemberdayaan. UNBIM berkomitmen menghadirkan lingkungan belajar yang mendukung potensi setiap mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas,” ujarnya.
Pembina Yayasan, Assoc. Dr. Syamsuriansyah, MM., M.Kes, turut menegaskan bahwa komitmen terhadap inklusivitas merupakan bagian dari visi besar pengembangan institusi.
“UNBIM harus menjadi kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Pendidikan inklusif adalah wujud nyata kehadiran kampus dalam memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh masyarakat,” ungkapnya.
Dalam implementasinya, UNBIM terus melakukan penguatan pada berbagai aspek, antara lain peningkatan aksesibilitas sarana dan prasarana, penyediaan layanan pendampingan akademik serta pengembangan kapasitas dosen dalam menerapkan pembelajaran inklusif yang adaptif dan berpusat pada mahasiswa.
Sementara itu, Kaprodi PARI UNBIM, Muhammad Khalid Iswadi, S.Sos., M.Sos, menyampaikan bahwa pendekatan inklusif juga menjadi perhatian dalam pengembangan kurikulum dan praktik pembelajaran di tingkat program studi.
“Kami berupaya menghadirkan proses pembelajaran yang adaptif dan ramah bagi semua mahasiswa. Inklusivitas tidak hanya pada fasilitas, tetapi juga pada metode pembelajaran yang mampu mengakomodasi kebutuhan beragam peserta didik,” jelasnya.
Langkah ini sejalan dengan upaya UNBIM dalam mendorong terciptanya ekosistem pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai inklusivitas, kemanusiaan dan keberagaman.
Melalui inisiatif ini, UNBIM menargetkan diri sebagai salah satu pelopor kampus inklusi di Nusa Tenggara Barat, serta berkontribusi dalam mencetak lulusan yang kompeten, berdaya saing dan memiliki sensitivitas sosial yang tinggi terhadap keberagaman.
By, “Humas UNBIM”
