Mataram – Universitas Bima Internasional MFH (UNBIM) kembali menorehkan langkah strategis dalam pengembangan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. UNBIM dipercaya oleh BPJS Kesehatan sebagai pilot project Kurikulum Jaminan Sosial pertama di Nusa Tenggara Barat (NTB). Kamis, 03/09/2026
Kepercayaan tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi antara UNBIM dan BPJS Kesehatan dalam mengembangkan pemahaman mengenai sistem jaminan sosial melalui lingkungan pendidikan tinggi. Program ini diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami konsep, kebijakan, tata kelola serta implementasi jaminan sosial secara lebih komprehensif.
Sebagai perguruan tinggi yang terus mendorong implementasi Diktisaintek Berdampak, UNBIM memandang pengembangan kurikulum yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat sebagai bagian penting dari proses pendidikan. Kurikulum Jaminan Sosial diharapkan dapat menghubungkan pembelajaran akademik dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, khususnya dalam bidang perlindungan dan jaminan sosial.
Dalam pengembangannya, terdapat sejumlah dukungan yang diharapkan melalui kolaborasi UNBIM dan BPJS Kesehatan, antara lain penguatan MoU dan PKS, pengembangan kurikulum dan pembelajaran, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan jejaring, pemanfaatan data dan informasi serta kegiatan edukasi dan riset yang berkaitan dengan jaminan sosial.
Rektor UNBIM, Dr. Apt. Ajeng Dian Pertiwi, menyampaikan bahwa kepercayaan BPJS Kesehatan tersebut menjadi momentum penting bagi UNBIM untuk terus menghadirkan inovasi pembelajaran yang memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Kepercayaan ini menjadi bagian penting dalam perjalanan UNBIM untuk terus menghadirkan pendidikan yang relevan dan berdampak. Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga memiliki pemahaman terhadap sistem jaminan sosial dan berbagai persoalan nyata yang ada di masyarakat,” ujar Rektor.
Menurutnya, kolaborasi dengan BPJS Kesehatan juga membuka peluang bagi UNBIM untuk memperluas ruang pembelajaran dan pengembangan kompetensi mahasiswa melalui pendekatan yang lebih kontekstual.
Sementara itu, penguatan kerja sama melalui program tersebut diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga penyelenggara jaminan sosial. Implementasi program akan diarahkan pada penguatan kapasitas akademik sekaligus peningkatan literasi jaminan sosial di lingkungan kampus dan masyarakat.
Kehadiran Kurikulum Jaminan Sosial juga sejalan dengan upaya UNBIM membangun lulusan yang unggul, adaptif, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial. Mahasiswa diharapkan mampu memahami jaminan sosial tidak hanya dari perspektif akademik, tetapi juga dari sisi implementasi, pelayanan, tata kelola dan manfaatnya bagi masyarakat.
Bagi UNBIM, penunjukan sebagai pilot project Kurikulum Jaminan Sosial pertama di NTB menjadi peluang untuk memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan literasi masyarakat terkait jaminan sosial.
Melalui kolaborasi ini, UNBIM dan BPJS Kesehatan diharapkan dapat terus mengembangkan berbagai program yang memberikan dampak nyata, baik bagi mahasiswa, sivitas akademika maupun masyarakat luas.
By, “Humas UNBIM”
