Mataram – Program Studi S1 Rekayasa Sipil Fakultas Ilmu Kesehatan, Sains, dan Teknologi (FIKEST) Universitas Bima Internasional MFH (UNBIM) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berstandar internasional melalui kegiatan “Sharing Knowledge with Professional Engineers from Universidad de Sevilla (US), Spain.” (Selasa, 09/06/2026)
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya internasionalisasi kampus yang bertujuan memperluas wawasan akademik mahasiswa sekaligus memperkuat jejaring kerja sama global di bidang rekayasa sipil. Melalui forum ilmiah tersebut, mahasiswa dan dosen mendapatkan kesempatan berinteraksi langsung dengan para profesional dan akademisi teknik dari Universidad de Sevilla, Spanyol, yang berbagi pengalaman, pengetahuan dan praktik terbaik dalam dunia konstruksi dan pengembangan infrastruktur.
Berbagai isu strategis dibahas dalam kegiatan ini, mulai dari perkembangan teknologi konstruksi modern, inovasi material bangunan, manajemen proyek, pembangunan infrastruktur berkelanjutan hingga tantangan rekayasa sipil di era transformasi digital dan perubahan iklim global.
Rektor UNBIM, Dr. Apt. Ajeng Dian Pertiwi, M.Farm, menyampaikan bahwa kegiatan internasional semacam ini merupakan bagian dari strategi kampus dalam meningkatkan kualitas lulusan agar mampu bersaing di tingkat global.
“UNBIM terus berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga mempertemukan mahasiswa dengan praktisi dan akademisi internasional. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan global yang akan menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan pembangunan masa depan,” ujarnya.
Ketua Pembina Yayasan Medica Cipta Mandiri, Assoc. Prof. Dr. Syamsuriansyah, MM., M.Kes, mengapresiasi inisiatif Program Studi Rekayasa Sipil yang terus membangun kolaborasi internasional sebagai bagian dari penguatan mutu pendidikan tinggi.
“Kolaborasi dengan institusi dan profesional internasional merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat memperluas perspektif mahasiswa dan mendorong lahirnya lulusan yang adaptif, inovatif dan memiliki daya saing global,” ungkapnya.
Ketua Program Studi S1 Rekayasa Sipil UNBIM, Dunung Waskito Aji, S.T., M.T., menjelaskan bahwa kegiatan Sharing Knowledge ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih komprehensif kepada mahasiswa.
“Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga mendapatkan gambaran nyata mengenai praktik rekayasa sipil di tingkat internasional. Interaksi langsung dengan para engineer dari Spanyol memberikan perspektif baru tentang bagaimana teknologi dan inovasi diterapkan dalam pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan,” jelasnya.
Selain sesi pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif yang membahas berbagai tantangan pembangunan infrastruktur di berbagai negara. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk bertukar pikiran, mengajukan pertanyaan dan mendalami pengalaman para profesional dalam menangani proyek-proyek berskala internasional.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi mahasiswa selama kegiatan berlangsung. Forum ini menjadi ruang akademik yang produktif untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap dinamika profesi insinyur di era global.
Melalui kegiatan ini, Program Studi S1 Rekayasa Sipil UNBIM kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul, kompetitif, berwawasan internasional dan mampu berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur yang inovatif dan berkelanjutan.
By, “Humas UNBIM”
