[Kabar Diksa, 09/10/2026], Mataram — Peluang membawa riset kesehatan NTB ke jejaring akademik internasional mulai dijajaki Universitas Bima Internasional MFH (UNBIM). Bersama pakar kesehatan global dari University of Oxford dan tim Summit Institute, UNBIM membahas peluang kolaborasi riset tuberkulosis (TB) hingga inovasi Sistem Informasi Kesehatan yang berpotensi mendukung penanganan persoalan kesehatan masyarakat di daerah.
Pembahasan tersebut berlangsung di Ruang Rektor UNBIM, Kamis (8/10). Pertemuan ini menghadirkan Prof. Dr. Anuraj Shankar, pemimpin riset kesehatan komunitas di OUCRU Indonesia sekaligus Research Fellow pada Nuffield Department of Medicine, University of Oxford.
Dari pihak UNBIM, pertemuan dihadiri Pembina Yayasan, Dr. Syamsuriansyah, M.Kes; Rektor, Apt. Ajeng Dian Pertiwi, M.Farm.; Wakil Rektor I Bidang Pendidikan dan Kerjasama, Hizriansyah, M.P.H.; serta tim kerja sama Yan Reiza, M.Pd dan M. Nawawi, M.Si . Turut hadir tim Teknologi Laboratorium Medis (TLM), yaitu Bustanul Atfal, M.Kes., Nurul Hadiatun, M.Kes., Edi Setiawan, M.Pd., dan laboran Firdaus Rabbani, A.Md.TLM.

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah peluang penelitian TB melalui pendekatan kesehatan komunitas. Penanganan TB membutuhkan dukungan berbagai aspek, mulai dari layanan kesehatan dan perilaku masyarakat hingga sistem pemantauan yang dapat membantu program pengendalian penyakit berjalan lebih efektif. Kedua bidang ini dinilai relevan untuk dikembangkan melalui kolaborasi lintas disiplin, terutama dalam menjembatani kebutuhan penelitian, layanan kesehatan, dan pemanfaatan data.
“Riset kesehatan perlu berangkat dari persoalan yang dihadapi masyarakat. Kolaborasi dengan perguruan tinggi lokal dapat membuka peluang untuk memahami kebutuhan komunitas secara lebih mendalam dan mengembangkan penelitian yang relevan dengan konteks setempat.” Ungkap Prof. Dr. Anuraj
Sementara itu, Rektor UNBIM, Apt. Ajeng Dian Pertiwi, M.Farm., diharapkan menegaskan komitmen kampus dalam mengembangkan riset dan kemitraan akademik yang berdampak.
“Kami melihat peluang kolaborasi ini sebagai kesempatan untuk mengembangkan riset yang berangkat dari kebutuhan kesehatan masyarakat di NTB. Isu TB dan penguatan Sistem Informasi Kesehatan menjadi ruang yang dapat dijajaki bersama, dengan harapan hasil penelitian nantinya dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan perbaikan layanan kesehatan.”
Bagi UNBIM, pertemuan ini menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring riset dan menjajaki kolaborasi lintas bidang. Keterlibatan unsur pimpinan, tim kerja sama, dan dosen TLM diharapkan dapat membuka ruang bagi pengembangan penelitian yang menghubungkan kesehatan komunitas, pemeriksaan laboratorium, dan pemanfaatan teknologi informasi.
Penjajakan tersebut diharapkan berlanjut ke agenda yang lebih konkret, seperti penelitian kolaboratif, penguatan kapasitas dosen, serta pengembangan inovasi yang relevan dengan persoalan kesehatan di NTB.
Melalui peluang kolaborasi ini, UNBIM berupaya memperkuat peran perguruan tinggi bukan hanya sebagai tempat pengembangan ilmu, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mencari solusi atas tantangan kesehatan masyarakat.

