You are currently viewing OBE Harus Dipacu, Bukan Ditunggu: WR I UNBIM Tekankan Percepatan Rekonstruksi Pembelajaran dan memperkuat budaya mutu akademik saat Monev Bersama LLDIKTI VIII

OBE Harus Dipacu, Bukan Ditunggu: WR I UNBIM Tekankan Percepatan Rekonstruksi Pembelajaran dan memperkuat budaya mutu akademik saat Monev Bersama LLDIKTI VIII

[Kabar Diksa, 22/11/2025], Mataram — Universitas Bima Internasional MFH (UNBIM) menjadi tuan rumah kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Outcome-Based Education (OBE) yang digelar LLDIKTI Wilayah VIII, Selasa (25/11). Kegiatan ini diikuti Lima (5) perguruan tinggi swasta lain, yaitu Akademi Bisnis Lombok, Akademi Ilmu Pelayaran, Universitas Teknologi Mataram, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi AMM, dan Akademi Administrasi Rumah Sakit Mataram. Dalam forum tersebut, Wakil Rektor I Bidang Pendidikan dan Kerjasama, Pak Hizriansyah SKM., M.P.H menegaskan perlunya percepatan rekonstruksi pembelajaran dan memperkuat budaya mutu akademik di Program Studi, terutama bagi kampus yang masih menggunakan Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT).

OBE tidak bisa menunggu. Implementasinya harus dipacu dan dipercepat,” ujarnya saat membuka kegiatan. Menurutnya, transisi menuju OBE merupakan tuntutan utama dalam penjaminan mutu dan akreditasi, sehingga tidak boleh hanya dipahami sebagai perubahan dokumen, tetapi perubahan paradigma pembelajaran secara menyeluruh.

LLDIKTI Wilayah VIII melalui tim monev Pak Putu Andika Sagung Tresna Jayanti, M.Pd selaku Narasumber menyampaikan bahwa sebagian besar perguruan tinggi masih berada pada tahap penyesuaian awal, dan tantangan terbesar terletak pada konsistensi implementasi dalam RPS, penilaian, serta rekam bukti pembelajaran. Tim juga menilai bahwa percepatan diperlukan agar kampus tidak tertinggal dari standar nasional maupun global.

UNBIM dalam kesempatan tersebut memaparkan sejumlah langkah transisi yang sudah dijalankan, seperti penyesuaian CPL berbasis OBE, perbaikan desain RPS, dan penguatan budaya mutu pada level program studi. Namun, WR I menegaskan bahwa perubahan yang sudah dilakukan harus dilanjutkan dengan rekonstruksi pembelajaran yang lebih terarah.

“Yang kita butuhkan bukan hanya daftar apa yang harus diperbaiki, tetapi apa yang harus dipercepat. Perguruan tinggi tidak boleh terjebak dalam rutinitas administratif tanpa memikirkan kualitas belajar mahasiswa,” ujarnya.

Para perwakilan perguruan tinggi peserta monev menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi, mulai dari kesiapan dosen, konsistensi penyusunan asesmen, hingga pemahaman budaya OBE yang belum merata di tingkat prodi. LLDIKTI menekankan agar setiap perguruan tinggi membentuk tim OBE yang bekerja secara sistematis dan terjadwal.

Kegiatan monev ini diharapkan menjadi titik percepatan implementasi OBE di wilayah NTB. UNBIM sebagai tuan rumah menegaskan kesiapannya untuk menjadi bagian dari percepatan tersebut.