Red. Idham Halid, M.Si (Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan)
[MFH News, 09/11/2024], – Suara ombak Pantai Meninting, Lombok Barat, bergemuruh seraya menyambut kehadiran 120 mahasiswa dari setiap program studi Politeknik Medica Farma Husada Mataram yang siap ditempa menjadi pemimpin masa depan. Dalam suasana yang teduh, di bawah
naungan langit biru pada 26-27 Oktober 2024, mereka menghadiri Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa (LKMM) yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik. Kegiatan ini mendapat restu langsung dari Direktur Politeknik Medica Farma Husada, Apt. Dian Ajeng Pertiwi, M.Farm., dan dilaksanakan atas arahan Idham Halid, M.Si., Wakil Direktur III bidang Kemahasiswaan dan Alumni. Pelatihan ini menjadi semacam miniatur dari sebuah panggung kepemimpinan yang sebenarnya, di mana mahasiswa dilatih tidak hanya menguasai keterampilan teknis tetapi juga nilai-nilai etika yang akan memandu mereka dalam kepemimpinan di masa depan.
Tantangan Kebudayaan dalam Kepemimpinan
Di sesi pertama, Dr. Alfinsahrin, M.Si., Narasumber dengan hazanah budaya teoritis dan praktis hadir untuk membedah tema etika kebudayaan, menyoroti pentingnya memahami beragam aspek budaya dalam konteks kepemimpinan. Dr. Alfinsahrin menekankan bahwa dalam dunia global yang kian terhubung, seorang pemimpin bukan hanya dituntut menguasai aspek manajerial tetapi juga harus peka terhadap keberagaman budaya. “Etika kebudayaan bukan sekadar nilai moral; ini adalah senjata strategis yang memungkinkan pemimpin menghormati keragaman, menciptakan inklusivitas, dan mencapai tujuan kolektif dengan cara yang lebih bijaksana,” ujarnya.
Ia mengajak para peserta untuk mendalami kebijaksanaan lokal yang dapat diaplikasikan dalam konteks global, agar nantinya mereka tidak hanya menjadi pemimpin yang efisien, tetapi juga pemimpin yang humanis. Pemahaman akan etika kebudayaan ini membentuk fondasi bagi setiap peserta untuk memahami peran mereka dalam melestarikan nilai-nilai lokal sekaligus mempromosikannya di ranah nasional.
Diskusi Beretika dan Teknik Persidangan
Pada sesi berikutnya, Asno Azzawagama Firdaus, M.Kom., memberikan materi tentang etika diskusi dan teknik persidangan. Berbekal pengalaman luas di dunia akademis, Asno menjelaskan tentang struktur dan prosedur yang mengatur diskusi serta persidangan agar berjalan kondusif. Ia menekankan pada pentingnya adab dalam berdiskusi serta cara mengelola argumen secara rasional dan efektif. Menurut Asno, etika dalam diskusi bukan sekadar aturan, melainkan refleksi dari penghargaan terhadap lawan bicara. Asno juga mengingatkan pentingnya metode point-counterpoint, yang membuat peserta memahami bagaimana menghadapi argumen secara logis tanpa menjatuhkan martabat pihak lain. “Ini adalah landasan yang akan membedakan kalian sebagai pemimpin yang mampu mendengarkan, berpikir kritis, dan menanggapi argumen dengan dasar yang kuat,” ungkapnya.

Seni Berbicara di Depan Publik
Salah satu materi yang dinanti oleh peserta adalah public speaking yang dibawakan oleh Muhammad Khalid Iswadi, S.Sos., M.Sos., seorang komunikator yang berpengalaman dalam dunia publik. Khalid menggaris bawahi bahwa kemampuan berbicara di depan umum bukan hanya soal percaya diri, tetapi juga tentang menyampaikan pesan dengan jelas dan berkesan. “Publik yang kita hadapi tidak selalu setuju dengan kita, namun dengan teknik berbicara yang baik, pesan kita bisa diterima dengan lebih terbuka,” jelasnya dengan semangat. Ia mengajarkan berbagai teknik dasar, mulai dari intonasi, bahasa tubuh, hingga cara mengatur jeda saat berbicara untuk menciptakan efek tertentu pada audiens. Para peserta pun diberi kesempatan untuk melakukan simulasi presentasi, agar bisa merasakan secara langsung dinamika berbicara di depan umum.
Membangun Manajemen Organisasi yang Kokoh
Pada sesi terakhir, Martoni Ira Malik, seorang praktisi organisasi yang telah lama malang melintang dalam dunia kepemimpinan, memberikan materi tentang kepemimpinan manajemen organisasi. Ia menjelaskan pentingnya strategi dalam mengelola sumber daya manusia, membangun struktur organisasi yang efisien, serta menciptakan lingkungan kerja yang produktif. Menurut Martoni, kepemimpinan dalam organisasi bukan hanya tentang memberikan perintah, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan motivasi di antara anggota tim. Martoni mengajak peserta untuk melihat kepemimpinan sebagai kombinasi antara seni dan sains, di mana setiap keputusan harus diambil berdasarkan analisis yang matang namun tetap mempertimbangkan aspek-aspek kemanusiaan. “Kepemimpinan yang berhasil bukan hanya yang menghasilkan target, tetapi juga yang menciptakan dampak positif bagi tim dan masyarakat sekitar,” tegasnya di akhir sesi.
Menggali Potensi Mahasiswa sebagai Pemimpin Masa Depan
Kegiatan LKMM ini menjadi titik awal bagi para mahasiswa Politeknik Medica Farma Husada Mataram untuk mengenal dan mengasah kemampuan mereka sebagai pemimpin. Didukung dengan materi dari narasumber-narasumber yang kompeten, mereka diajak untuk melihat kepemimpinan sebagai sebuah tanggung jawab yang kompleks, penuh tantangan, namun juga penuh potensi. Direktur Apt. Dian Ajeng Pertiwi, M.Farm., dalam berbagai kesempatan, menekankan pentingnya mencetak generasi pemimpin yang tidak hanya kompeten tetapi juga berkarakter. “Kalian adalah agen perubahan, pemimpin masa depan. Tempalah diri kalian di sini, bangun pondasi yang kokoh, dan siaplah menjadi cahaya bagi masyarakat,” tuturnya. Politeknik Medica Farma Husada berkomitmen untuk mendukung pembentukan
karakter mahasiswa yang tangguh dan siap bersaing LKMM 2024 ini bukan sekadar pelatihan teknis. Di bawah hembusan angin Pantai Meninting, terbentuklah sebuah komunitas mahasiswa yang terinspirasi dan penuh dedikasi. Semangat mereka untuk menjadi pemimpin masa depan yang lebih baik bukan hanya menjadi angan-angan, tetapi nyata dan mulai diwujudkan di sini dan sekarang.
