Penulis : Adi Setiawan || Editor : Hizriansyah Al Hijr
[MFH News, 11/03/2025], Mataram – Pemilihan Raya (Pemira) untuk calon presiden dan Calon Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa yang dilangsungkan pada Rabu (12/03) diharapkan dapat berjalan secara transparan, adil, dan tanpa adanya intervensi atau keberpihakan dari pihak manapun. Hal tersebut ditegaskan oleh Adi Setiawan selaku ketua umum forum komunikasi Bima Dompu, pada Senin (10/03).
Adi Setiawan, mengungkapkan bahwa sebagai bagian dari civitas akademika, mahasiswa harus memiliki kebebasan penuh untuk memilih pemimpin mereka tanpa tekanan dari pihak luar, baik itu pihak kampus maupun kelompok tertentu. “Pemira Capresma adalah ajang yang sangat penting bagi masa depan organisasi kemahasiswaan di kampus kita. Oleh karena itu, kami menuntut agar proses pemilihan ini tidak terdistorsi oleh kepentingan eksternal atau kelompok yang ingin mempengaruhi keputusan mahasiswa,” tegas Adi.
Mahasiswa mengingatkan bahwa intervensi dalam pemilihan Capresma dapat merusak prinsip dasar demokrasi kampus. “Kami ingin memastikan bahwa calon yang terpilih adalah pilihan murni dari mahasiswa, yang berkompetisi berdasarkan visi dan misi mereka, bukan karena adanya keberpihakan yang tidak sesuai dengan asas keadilan,” lanjut Adi.
Lebih lanjut, Adi menegaskan bahwa peran serta mahasiswa dalam menjaga independensi Pemira juga sangat penting. Mahasiswa diharapkan lebih aktif dalam mengawasi jalannya pemilihan dan melaporkan jika ada indikasi keberpihakan dari pihak manapun. “Keberhasilan Pemira Capresma yang bebas dan adil adalah cerminan dari kematangan berdemokrasi di kalangan mahasiswa. Oleh karena itu, kita harus menjaga proses ini dengan integritas dan objektivitas,” pungkasnya.
Pernyataan ini disambut positif oleh berbagai pihak di kampus, dengan harapan agar Pemira Capresma kali ini dapat berjalan dengan lebih baik dan lebih jujur.
