[MFH News, 21/04/2025], Mataram – Sebanyak 155 peserta dari tingkat SD, SMP, dan SMA memadati kampus Politeknik pada hari Sabtu, 12 April 2025, untuk mengikuti Olimpiade Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris (OMSI). Kompetisi yang diselenggarakan oleh MIPA Education bekerja sama dengan Politeknik ini bertujuan untuk menantang dan mengasah kemampuan akademik generasi muda dalam tiga bidang penting: matematika, sains, dan bahasa Inggris.
Olimpiade ini dirancang tidak hanya untuk menilai pengetahuan peserta, tetapi juga untuk mendorong semangat kompetisi sehat serta mempersiapkan mereka menghadapi tantangan global. Acara ini mendapat antusiasme luar biasa dari pelajar di berbagai jenjang, dengan peserta yang datang dari berbagai daerah. Mereka terlihat bersemangat mengikuti berbagai rangkaian lomba yang terbagi dalam beberapa kategori, sesuai dengan tingkat pendidikan mereka.
Dalam sambutannya, pihak MIPA Education, sebagai penyelenggara utama acara ini, mengungkapkan tujuan yang lebih besar dari sekadar kompetisi akademik. Menurutnya, acara ini merupakan bagian dari upaya mereka untuk memperkenalkan konsep pembelajaran yang lebih interaktif dan mengasah kreativitas peserta dalam memecahkan masalah.
“Pendidikan bukan hanya tentang menghafal materi pelajaran, tetapi bagaimana kita bisa menerapkan pengetahuan dalam situasi nyata. Melalui Olimpiade ini, kami berharap dapat membangkitkan minat anak-anak muda untuk terus belajar dan berkembang, serta mempersiapkan mereka menjadi generasi yang siap bersaing di dunia global,” ujarnya
Ia juga menambahkan bahwa melalui kerja sama dengan Politeknik, MIPA Education berharap dapat menjembatani dunia pendidikan dengan industri, membuka peluang baru bagi generasi muda untuk berinovasi, serta memperkenalkan mereka pada teknologi dan pendekatan ilmiah yang akan sangat berguna dalam menghadapi tantangan masa depan.
Direktur Politeknik, Apt. Ajeng Dian Pertiwi, M.Farm, juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan ini. Dalam wawancara eksklusif, ia menyatakan bahwa Politeknik selalu mendukung kegiatan yang dapat memajukan kualitas pendidikan dan memberi ruang bagi pengembangan potensi siswa sejak dini.
“Kami sangat bangga bisa berkolaborasi dengan MIPA Education dalam menyelenggarakan Olimpiade ini. Kegiatan seperti ini memberikan kesempatan bagi para siswa untuk menguji kemampuan mereka dalam berbagai bidang, serta membantu mereka lebih siap menghadapi tantangan di dunia pendidikan yang semakin kompetitif. Kami juga percaya bahwa kolaborasi semacam ini adalah bentuk nyata dari pengembangan pendidikan yang berorientasi pada masa depan,” ungkap Apt. Ajeng
Politeknik, yang dikenal dengan pendekatan praktis dan aplikatif dalam pendidikan, berharap agar kegiatan ini dapat menumbuhkan minat pelajar terhadap sains, matematika, dan bahasa yang kelak akan sangat berguna di dunia kerja. Ia juga menambahkan bahwa Politeknik akan terus mendukung kegiatan-kegiatan yang bisa memberi manfaat bagi generasi muda Indonesia.
Para peserta dibagi ke dalam tiga kategori berdasarkan tingkat pendidikan mereka: SD, SMP, dan SMA. Setiap kategori dihadapkan pada soal-soal yang menguji keterampilan logika, analisis, serta pemahaman mendalam terhadap teori matematika, eksperimen sains, dan kemampuan berbahasa Inggris.
Dalam kategori Matematika, peserta diuji dalam berbagai topik, mulai dari operasi dasar hingga soal yang lebih kompleks seperti geometri dan aljabar. Sementara itu, dalam kategori Sains, para peserta tidak hanya ditantang dengan teori-teori fisika dan kimia, tetapi juga dihadapkan pada eksperimen praktis yang menuntut ketelitian dan inovasi. Untuk kategori Bahasa Inggris, soal-soalnya menguji kemampuan kosakata, tata bahasa, serta keterampilan berbicara dan menulis.
Amira, salah satu peserta mengungkapkan bahwa meskipun sempat merasa cemas, ia merasa sangat termotivasi untuk mengikuti olimpiade ini. “Ini adalah kesempatan yang sangat berharga bagi saya. Selain untuk menguji kemampuan, saya juga belajar banyak hal baru yang tidak saya dapatkan di kelas. Saya harap bisa terus mengikuti kegiatan seperti ini,” katanya dengan senyum cerah.
Sementara itu, Reyhan Hafis, menambahkan bahwa kompetisi seperti ini membuatnya lebih mencintai pelajaran matematika dan sains. “Awalnya saya tidak terlalu suka dengan matematika, tapi setelah mengikuti olimpiade ini, saya jadi merasa tertantang untuk lebih menguasainya. Saya akan belajar lebih giat lagi ke depannya,” ucapnya penuh semangat.
Pada akhir acara, MIPA Education dan Politeknik memberikan penghargaan kepada para pemenang di masing-masing kategori. Namun, yang lebih penting dari sekadar trofi dan hadiah, adalah semangat juang dan pengalaman berharga yang diperoleh oleh setiap peserta.
Dengan suksesnya penyelenggaraan OMSI 2025, baik MIPA Education maupun Politeknik berharap dapat terus memajukan dunia pendidikan di Indonesia, serta memberikan wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan potensi mereka
