Mataram — Momentum Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025 kembali menggugah komitmen berbagai institusi untuk memperkuat budaya integritas. Dalam rangka itu, Tim Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat (Kejati NTB) hadir menyapa civitas akademika Universitas Bima Internasional Mfh (UNBIM) Mataram melalui kegiatan penyuluhan hukum yang sarat edukasi dan dialog publik. Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi wujud nyata sinergi antara dunia pendidikan dan aparat penegak hukum dalam memerangi korupsi sejak dini. (Kamis, 11/12/2025)
Rektor UNBIM: Integritas Adalah Fondasi Masa Depan Bangsa
Kegiatan dibuka dengan sambutan Rektor UNBIM, Dr. Apt. Ajeng Dianpertiwi, M.Farm, yang menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki mandat moral untuk membangun generasi muda berkarakter antikorupsi. Dalam paparannya, beliau menyampaikan bahwa korupsi bukan hanya kejahatan yang merugikan negara dari sisi finansial, tetapi juga ancaman terhadap nilai moral, tata kelola, dan masa depan pembangunan nasional.
“Mahasiswa adalah pilar utama pengawal masa depan bangsa. Mereka harus dibekali literasi hukum, integritas moral, serta keberanian untuk mengatakan tidak pada praktik korupsi dalam bentuk apa pun,” tegas Rektor.
Pernyataan ini meneguhkan komitmen UNBIM sebagai kampus yang tidak hanya mengejar keunggulan akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang beretika dan bertanggung jawab.
Kejati NTB Tekankan Pentingnya Kesadaran Hukum Sejak Dini
Dalam sesi penyuluhan, Tim Penerangan Hukum Kejati NTB memberikan pemaparan komprehensif mengenai tindak pidana korupsi, regulasi pemberantasan korupsi, modus-modus yang berkembang, serta strategi nasional pencegahan korupsi. Penyampaian dilakukan dengan pendekatan dialogis yang mudah dipahami, disertai ilustrasi kasus yang relevan dengan dinamika sosial dan birokrasi di Indonesia.
Pemateri menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak dapat hanya mengandalkan penegakan hukum. Dibutuhkan kesadaran kolektif dan partisipasi publik, terutama dari kalangan terdidik seperti mahasiswa. Mereka berperan sebagai social control pengawas sosial yang kritis, bernalar sehat, dan berani menjaga transparansi.
Mahasiswa UNBIM Tunjukkan Antusiasme Tinggi
Antusiasme mahasiswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul, mulai dari proses penyidikan kasus korupsi, mekanisme pengawasan anggaran pemerintah, hingga tantangan pemberantasan korupsi di era digital. Pertanyaan-pertanyaan kritis ini menunjukkan bahwa mahasiswa UNBIM memiliki kepedulian tinggi terhadap isu integritas dan tata kelola pemerintahan.
Tim Kejati NTB menyambut setiap pertanyaan dengan penjelasan yang jernih dan edukatif, sekaligus memberikan pesan moral bahwa pemberantasan korupsi berawal dari hal sederhana, membangun kejujuran dalam kehidupan sehari-hari.
Sinergi Strategis: Membangun Generasi Antikorupsi
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara lembaga pendidikan dan institusi hukum adalah langkah strategis untuk membangun ekosistem antikorupsi. UNBIM, melalui kegiatan ini, menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam memperluas edukasi hukum dan menyiapkan mahasiswa yang berkarakter kuat, berjiwa kepemimpinan, dan mampu menjadi motor perubahan.
Peringatan Hakordia 2025 di UNBIM diharapkan menjadi titik pijak baru bagi gerakan integritas, bukan hanya di lingkungan kampus, tetapi juga pada konteks sosial yang lebih luas. Generasi muda hari ini diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga bersih, transparan, dan bertanggung jawab sesuai cita-cita besar bangsa.
By,
“Humas UNBIM”
