Diksa News [27/03/2026], Mataram — Langkah besar menuju kampus berdampak mulai digerakkan. BPJS Kesehatan bersama Universitas Bima Internasional (UNBIM) bersiap meneken kerja sama strategis dalam bentuk pilot project integrasi kurikulum jaminan sosial dan asuransi kesehatan, penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, hingga program magang mahasiswa berbasis praktik nyata.
Agenda pertemuan awal digelar pada 26 Maret 2026 di Aula Bima, menjadi titik awal pembahasan serius antara kedua institusi dalam merancang model kolaborasi yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berdampak langsung bagi mahasiswa dan masyarakat.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan UNBIM, mulai dari Ketua Senat Assoc. Prof. Dr. Syamsuraisnyah, Rektor UNBIM Ibu Apt. Ajeng Dian Pertiwi, M.Farm, Wakil Rektor I Bidang Pendidikan dan Kerja Sama Bapak Hizriansyah, MPH, hingga unsur dekanat dan anggota APTIRMIKI Bu Nurul Khatimah, MKM, Wulandari Dewi Susilawati, M.Kes dan ibu Uswatun Khasanah, M.Kep. Sementara dari pihak BPJS Kesehatan, hadir Ibu Dena selaku Learning Implementation Manager Corparte University dan pak Syabil serta 2 perwakilan dari BPJS Kota Mataram, yaitu Pak Ilham dan Ibu Icha yang menunjukkan keseriusan kolaborasi lintas level, dari pusat hingga daerah.
Dalam forum tersebut, kedua belah pihak membahas rencana integrasi muatan kurikulum jaminan sosial dan asuransi kesehatan ke dalam proses pembelajaran, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki pengalaman praktis melalui skema magang dan keterlibatan langsung dalam sistem layanan kesehatan nasional.
Rektor UNBIM Apt. Ajeng Dian Pertiwi, M.Farm menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan bangsa.
“Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga memahami sistem jaminan kesehatan secara langsung. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya kami menghadirkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan benar-benar berdampak,” ujarnya.
Sementara itu, Manager Corporate University BPJS, Ibu Tati Haryati Denawati, menyampaikan bahwa sinergi dengan perguruan tinggi merupakan langkah penting dalam memperkuat ekosistem jaminan kesehatan nasional melalui pendekatan akademik.
“Kami melihat perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam membangun pemahaman dan kapasitas generasi muda terkait jaminan sosial. Melalui pilot project ini, kami berharap akan lahir model kolaborasi yang tidak hanya implementatif, tetapi juga bisa direplikasi secara lebih luas,” ungkapnya.
Kolaborasi ini juga diarahkan untuk memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis kebutuhan riil di lapangan. Dengan pendekatan ini, kampus diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap memberi dampak.
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa sinergi antara dunia akademik dan institusi layanan publik seperti BPJS Kesehatan semakin mengarah pada model link and match yang konkret. Tidak hanya berhenti pada penandatanganan kerja sama, tetapi berlanjut pada implementasi program yang terukur dan berkelanjutan.
Jika terealisasi, pilot project ini berpotensi menjadi model percontohan nasional dalam integrasi kurikulum dan penguatan Tri Dharma berbasis kemitraan strategis, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam ekosistem jaminan kesehatan di Indonesia. (Al Hijr)
