[MFH News, 13/02/20], Mataram – Derasnya hujan yang mengguyur wilayah Wera-Bima, dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir besar yang merendam permukiman warga. Puluhan rumah terendam, akses jalan terputus, dan ratusan warga terdampak akibat bencana ini. Di tengah situasi sulit tersebut, kepedulian mengalir dari mahasiswa Politeknik Medica Farma Husada Mataram yang bergerak cepat melalui Bidang Kemahasiswaan dan Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) untuk menyalurkan bantuan langsung ke lokasi terdampak pada Rabu (12/02).
Tak hanya sekadar mengumpulkan donasi, mahasiswa terjun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan sampai ke tangan warga yang benar-benar membutuhkan. Mereka membawa berbagai kebutuhan darurat seperti beras, air bersih, pakaian layak pakai, obat-obatan, serta perlengkapan bayi. Aksi ini tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga menguatkan semangat para korban agar tetap bertahan di tengah kondisi sulit.
Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan Memberikan Apresiasi untuk Gerak Serentak ORMAWA dalam Bantuan Korban Banjir Wera-Bima
“Saya merasa sangat bangga dan terharu dengan aksi yang dilakukan oleh ORMAWA dan mahasiswa Politeknik Medica Farma Husada Mataram. Mereka tidak hanya bergerak dengan cepat, tetapi juga terorganisir dengan baik dalam memberikan bantuan kepada korban banjir di Wera-Bima,” ujar Idham Halid, M.Si Wakil Direktur III Politeknik Medica Farma Husada Mataram.
“Gerakan serentak ini membuktikan bahwa mahasiswa kami tidak hanya peduli dengan perkembangan akademik, tetapi juga dengan keadaan sosial di sekitar mereka. Semangat solidaritas yang mereka tunjukkan sangat luar biasa dan menjadi contoh nyata bahwa kepedulian terhadap sesama adalah nilai yang harus diutamakan,” lanjutnya.
Wakil Direktur III juga menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam situasi darurat seperti ini, di mana mereka dapat menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. “Melihat mahasiswa kami yang turun langsung ke lapangan, membantu menyalurkan bantuan, dan memberikan dukungan moral kepada para korban, saya yakin mereka telah melaksanakan peran mereka sebagai agen perubahan yang tidak hanya cerdas di kelas, tetapi juga penuh empati di kehidupan sosial,” tuturnya dengan penuh bangga.
Pak Khalid selaku Kepala Bagian Kemahasiswaan Politeknik Medica Farma Husada Mataram, juga menyampaikan apresiasinya terhadap semangat dan solidaritas yang ditunjukkan oleh mahasiswa dalam aksi penyaluran bantuan tersebut. “Aksi nyata yang dilakukan oleh ORMAWA dan mahasiswa ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi atau akademik, tetapi juga peduli terhadap kondisi sosial di luar kampus. Ini adalah bentuk nyata dari pengembangan karakter mahasiswa yang kami harapkan,” ujarnya
Lebih lanjut, Kabag Kemahasiswaan menambahkan, “Kami sangat mengapresiasi kerjasama yang terjalin antara Bidang Kemahasiswaan, ORMAWA, dan mahasiswa dalam menyusun dan melaksanakan bantuan kepada korban bencana. Tidak hanya bantuan materiil yang penting, tetapi juga kehadiran mereka yang memberikan dukungan moral kepada warga, membuat mereka merasa tidak sendirian dalam menghadapi cobaan ini.”
Syahrul S.Sos, MM Koordinator Kemahasiswaan, juga menyampaikan rasa bangga atas antusiasme dan keterlibatan mahasiswa. “Solidaritas yang ditunjukkan oleh mahasiswa kami sangat luar biasa. Mereka bekerja dengan penuh semangat dan tanpa pamrih. Dari penggalangan dana hingga penyaluran bantuan langsung ke lokasi bencana, mahasiswa menunjukkan bagaimana kepedulian sosial yang tinggi bisa mengubah banyak hal. Aksi ini menunjukkan bahwa mahasiswa kami siap menjadi bagian dari solusi dalam situasi apapun,” ujar Koordinator Kemahasiswaan dengan penuh keyakinan.
Di lokasi bencana, mahasiswa tidak hanya membagikan bantuan, tetapi juga membantu di dapur umum, membersihkan lingkungan, serta berinteraksi langsung dengan warga terdampak. Kehadiran mereka memberikan harapan dan kekuatan bagi para korban, terutama anak-anak dan lansia yang membutuhkan perhatian lebih.

Salah satu warga terdampak, Bapak Sahrudin menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para mahasiswa yang telah datang membantu. “Kami sangat terbantu, bukan hanya dengan bantuan yang diberikan, tetapi juga dengan perhatian dan kepedulian mereka. Kehadiran mahasiswa ini memberi kami semangat baru untuk bangkit,” ungkapnya dengan haru.
Selain menyalurkan bantuan langsung, mahasiswa juga membuka posko penggalangan donasi di kampus untuk terus mengumpulkan bantuan dari berbagai pihak. Dengan semangat gotong royong, mereka mengajak seluruh civitas akademika dan masyarakat luas untuk berkontribusi membantu korban bencana.
Presiden Mahasiswa M. Imam Baihaqi menambahkan, “Aksi ini menunjukkan solidaritas yang luar biasa dari seluruh mahasiswa. Mulai dari penggalangan dana, distribusi bantuan, hingga memberi semangat kepada para korban, semua dilakukan dengan rasa tanggung jawab dan semangat gotong royong. Semoga semangat ini bisa terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk selalu peduli terhadap sesama, terlebih dalam situasi darurat seperti ini.”
“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung gerakan ini, baik dari pihak kampus, ORMAWA, maupun masyarakat. Gerakan ini adalah bukti bahwa kita bisa melakukan banyak hal bersama-sama. Semoga ke depannya, lebih banyak lagi mahasiswa yang termotivasi untuk terlibat dalam aksi-aksi sosial demi membantu masyarakat yang membutuhkan.”
Aksi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa bukan hanya agen perubahan di lingkungan akademik, tetapi juga garda terdepan dalam aksi sosial. Dengan inisiatif dan kerja sama yang solid, mereka menunjukkan bahwa kepedulian dan kemanusiaan tidak mengenal batas.
Bantuan terus disalurkan, dan mahasiswa tetap berkomitmen untuk mendampingi warga hingga situasi berangsur pulih. Ke depan, mereka berharap aksi ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk ikut serta dalam gerakan kemanusiaan dan membantu mereka yang membutuhkan.
Ketika bencana melanda, kepedulian adalah kekuatan terbesar. Dan mahasiswa Politeknik Medica Farma Husada Mataram telah membuktikan bahwa mereka adalah bagian dari solusi, bukan sekadar penonton

