You are currently viewing Bedah Buku Asas-Asas Hukum Kesehatan Sukses Digelar, Perkuat Budaya Literasi Akademik di UNBIM

Bedah Buku Asas-Asas Hukum Kesehatan Sukses Digelar, Perkuat Budaya Literasi Akademik di UNBIM

Mataram – Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum (HMPS Hukum) Universitas Bima Internasional MFH (UNBIM) sukses menyelenggarakan kegiatan Bedah Buku “Asas-Asas Hukum Kesehatan: Perspektif Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan” di Bhumi Resto, Mataram. (Sabtu, 20/06/2026)

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi ilmiah yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, praktisi hukum, tenaga kesehatan serta masyarakat umum dalam membahas perkembangan hukum kesehatan di Indonesia pasca lahirnya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Buku yang dibedah merupakan karya dua dosen Program Studi Hukum UNBIM, yaitu Adhar, S.H., M.H. dan Rahmad Hidayah, S.H., M.H.. Keduanya mengupas secara komprehensif asas-asas hukum kesehatan sebagai landasan dalam penyelenggaraan sistem kesehatan nasional yang berkeadilan, berkepastian hukum dan berorientasi pada perlindungan masyarakat.

Diskusi berlangsung dinamis dengan menghadirkan dua pembahas, yakni Imam Edy Ashari, M.H., Dosen UIN Mataram, serta Dr. Alfisahrin, M.Si., Staf Ahli DPD RI sekaligus Dosen UNBIM. Jalannya diskusi dipandu oleh Idharulhaq sebagai moderator.

Dalam pemaparannya, para pembahas menyoroti berbagai perubahan fundamental yang dihadirkan melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Regulasi tersebut dinilai membawa paradigma baru dalam tata kelola pelayanan kesehatan, perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan, hak pasien, hingga penguatan sistem kesehatan nasional yang lebih adaptif terhadap tantangan masa depan.

Penulis buku, Adhar, S.H., M.H., menjelaskan bahwa buku ini disusun sebagai referensi akademik yang mampu menjembatani pemahaman teoritis dan implementasi hukum kesehatan di lapangan.

“Buku ini diharapkan menjadi referensi bagi mahasiswa, akademisi, praktisi hukum, maupun tenaga kesehatan dalam memahami arah kebijakan hukum kesehatan Indonesia setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023. Melalui forum bedah buku ini, kami ingin membuka ruang dialog akademik yang kritis dan konstruktif,” ujarnya.

Sementara itu, Rahmad Hidayah, S.H., M.H. menegaskan bahwa perkembangan regulasi kesehatan harus diikuti dengan peningkatan literasi hukum agar implementasinya dapat berjalan secara efektif.

“Perubahan regulasi tidak cukup hanya dipahami oleh kalangan akademisi, tetapi juga harus dipahami oleh para praktisi dan masyarakat luas. Literasi hukum menjadi kunci agar setiap kebijakan mampu memberikan manfaat yang optimal bagi pelayanan kesehatan,” katanya.

Sebagai pembahas, Dr. Alfisahrin, M.Si. mengapresiasi inisiatif HMPS Hukum UNBIM yang menghadirkan forum akademik berkualitas.

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun budaya ilmiah di lingkungan kampus. Diskusi akademik melalui bedah buku mampu melahirkan gagasan-gagasan baru yang dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu hukum, khususnya hukum kesehatan yang saat ini terus berkembang,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Imam Edy Ashari, M.H. yang menilai buku tersebut memiliki nilai akademik dan praktis karena menguraikan asas-asas hukum kesehatan secara sistematis serta relevan dengan dinamika kebijakan kesehatan nasional.

Para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Sesi diskusi berlangsung interaktif melalui berbagai pertanyaan dan tanggapan mengenai implementasi hukum kesehatan, perlindungan tenaga medis, hak-hak pasien, hingga tantangan penerapan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 dalam praktik pelayanan kesehatan.

Melalui kegiatan ini, HMPS Hukum UNBIM berharap dapat terus mendorong tumbuhnya budaya literasi akademik, memperkuat tradisi diskusi ilmiah serta meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap isu-isu hukum yang berkembang di tengah masyarakat.

Kegiatan bedah buku ini juga menjadi bukti komitmen Universitas Bima Internasional MFH dalam menghadirkan ruang intelektual yang produktif, mendorong kolaborasi antara akademisi dan praktisi serta menghasilkan pemikiran-pemikiran kritis yang berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan sistem hukum kesehatan Indonesia yang lebih berkeadilan.

By, “Humas UNBIM”

Humas UNBIM

Asal Usul / Sejarah Universitas Bima Internasional MFH (UNBIM MFH) dulunya adalah Politeknik Medica Farma Husada (MFH) di Mataram, NTB. Politeknik MFH didirikan oleh Yayasan Cipta Medica Mandiri pada tahun 2009 dengan fokus pada pendidikan vokasi. Pada 10 Mei 2025, resmi bertransformasi menjadi universitas dengan nama Universitas Bima Internasional MFH. Visi dan Misi / Cita-cita UNBIM MFH memiliki visi internasional: menjadi “magnet pendidikan dunia” dan pusat pendidikan unggulan di kawasan Asia Tenggara. Berkomitmen pada internasionalisasi: menjalin kerja sama dengan universitas luar negeri, pertukaran mahasiswa dan dosen, riset kolaboratif internasional. Mendorong tridharma perguruan tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Program Studi Sebelum menjadi universitas, Politeknik MFH memiliki 10 program studi vokasi (D3 dan sarjana terapan), terutama di bidang kesehatan, teknologi laboratorium, sistem informasi, manajemen kesehatan, dan lainnya. Dengan transformasi menjadi universitas, diharapkan UNBIM MFH akan mengembangkan program studi baru (meskipun detail lengkap fakultasnya mungkin masih dalam pengembangan). Kepemimpinan Rektor UNBIM MFH adalah Dr. Syamsuriansyah, MM., M.Kes. Direktur (saat masih Politeknik) adalah Apt. Ajeng Dian Pratiwi, M.Farm. Dr. Syamsuriansyah juga berperan sebagai tokoh penting dalam yayasan dan di komunitas pendidikan internasional, misalnya sebagai Presiden AASMT (Asean Association of Schools of Medical Technology). Prestasi dan Pengakuan Politeknik MFH pernah mendapat peringkat sebagai Perguruan Tinggi Vokasi Terbaik di NTB UNBIM MFH menjalin kerja sama strategis dengan banyak universitas di kawasan ASEAN (Filipina, Vietnam, Kamboja, Thailand, Malaysia). Ruang lingkup kolaborasi mencakup pertukaran akademik, riset internasional, seminar & konferensi bersama, kurikulum global, dan peningkatan kapasitas institusi. Budaya dan Tradisi Ada tradisi unik di kampus MFH: memberikan hadiah umroh kepada dosen dan tenaga kependidikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka. Fokus pada tenaga pengajar muda dan energik untuk mendorong inovasi pendidikan dan penelitian. Alamat / Lokasi Kampus UNBIM MFH berlokasi di Jalan Medica Farma No. 1, Mataram, NTB