[Kabar Diksa, 10/10/2026], Mataram — Pengembangan sumber daya manusia dan riset kesehatan di Nusa Tenggara Barat (NTB) membutuhkan dukungan pendidikan tinggi yang mampu menjawab tantangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan. Di tengah kebutuhan tersebut, Program Studi Sains Biomedis Universitas Bima Internasional MFH (UNBIM) menuntaskan rangkaian asesmen akreditasi yang berlangsung pada 8–10 Oktober 2026.
Proses asesmen ini menghadirkan dua asesor, yakni Prof. Dr. rer. nat. Dra. Asmarinah, M.Si. sebagai Asesor 1 dan Dr. dr. Maria Selvester Thadeus, M.Biomed., Sp.KKLP sebagai Asesor 2. Pelaksanaan asesmen menjadi bagian penting dalam evaluasi mutu penyelenggaraan pendidikan, mulai dari tata kelola program studi, kurikulum, sumber daya, hingga kesiapan pengembangan akademik.
Bagi UNBIM, asesmen akreditasi bukan hanya tahapan evaluasi administratif. Momentum ini juga menjadi kesempatan untuk meninjau kesiapan Prodi Sains Biomedis dalam membangun pendidikan yang relevan dengan perkembangan ilmu biomedis serta kebutuhan kesehatan masyarakat di tingkat regional maupun nasional.
Sains Biomedis memiliki ruang pengembangan yang luas, terutama dalam mendukung pemahaman mekanisme penyakit, penelitian laboratorium, pengembangan metode diagnostik, dan riset yang menjadi dasar kemajuan ilmu kesehatan. Penguatan bidang ini berpotensi membuka peluang bagi perguruan tinggi daerah untuk berkontribusi dalam pengembangan pengetahuan dan inovasi kesehatan.
“Sains Biomedis memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bidang strategis dalam pendidikan dan penelitian kesehatan. Ke depan, pengembangan program studi ini perlu diarahkan pada penguatan kompetensi lulusan, kapasitas penelitian, serta kolaborasi dengan berbagai pihak agar kontribusinya dapat dirasakan oleh masyarakat, termasuk di Nusa Tenggara Barat.” Ungkap Prof Asmarinah

Pandangan tersebut menjadi relevan bagi NTB, yang membutuhkan penguatan kapasitas pendidikan, penelitian, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk mendukung pembangunan kesehatan. Dengan pengembangan kurikulum yang adaptif, dukungan fasilitas pembelajaran dan laboratorium, serta jejaring penelitian yang berkelanjutan, Prodi Sains Biomedis UNBIM memiliki ruang untuk tumbuh menjadi salah satu bagian dari ekosistem pendidikan dan riset kesehatan di daerah.
Selain itu, perkembangan Sains Biomedis dapat membuka peluang kolaborasi lintas disiplin dengan bidang kesehatan lainnya. Kolaborasi semacam ini penting untuk menjembatani pengetahuan dasar biomedis dengan persoalan kesehatan yang membutuhkan dukungan penelitian, penguatan kapasitas laboratorium, dan pengembangan inovasi berbasis bukti.
Sementar dekan fikest Ibu Sri Idawati mengungkapnya “Kami memandang asesmen akreditasi ini sebagai momentum untuk memperkuat mutu Prodi Sains Biomedis secara berkelanjutan. Kami ingin program studi ini berkembang dengan fondasi akademik yang kuat, menghasilkan lulusan yang kompeten, serta membuka peluang kolaborasi penelitian yang dapat mendukung pengembangan kesehatan di NTB.”
Penyelesaian rangkaian asesmen pada 10 Oktober 2026 menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan pengembangan Prodi Sains Biomedis UNBIM. Hasil dan tindak lanjut evaluasi akan menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan mutu program studi ke depan. Bagi UNBIM, arah pengembangan Sains Biomedis tidak berhenti pada pemenuhan standar akreditasi. Tantangan berikutnya adalah memastikan mutu pendidikan terus meningkat, kegiatan penelitian semakin berkembang, dan kemitraan akademik dapat dibangun secara berkelanjutan. Dengan langkah tersebut, Prodi Sains Biomedis diharapkan mampu mengambil peran dalam memperkuat pendidikan dan pengembangan ilmu kesehatan, sekaligus membuka peluang kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat NTB
