[MFH News, 22/02/2025], Mataram –Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktur Politeknik Medica Farma Husada Mataram dan RSJ Mutiara Sukma Provinsi NTB membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang kesehatan mental. MoU ini juga mengintegrasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan penanganan kesehatan mental di NTB.
Salah satu agenda utama dari MoU ini adalah penempatan mahasiswa Politeknik Medica Farma Husada Mataram untuk melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di RSJ Mutiara Sukma. Direktur Politeknik Medica Farma Husada Mataram, Apt. Ajeng Dian Pertiwi, M.Farm menjelaskan, “Melalui kerjasama ini, mahasiswa kami akan mendapat pengalaman langsung dalam memberikan pelayanan kesehatan mental. Penempatan PKL di RSJ Mutiara Sukma merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.”
Selain itu, kedua institusi juga sepakat untuk mengembangkan riset bersama yang dapat berkontribusi pada kemajuan ilmu kesehatan mental di NTB. “Kami berharap kolaborasi ini dapat memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di bidang ini dan mendukung peningkatan layanan kepada masyarakat,” tambah Apt. Ajeng
Direktur RSJ Mutiara Sukma, dr. Hj. Wiwin Nurhasida, menyambut baik kerjasama ini. “Dengan adanya program PKL di RSJ Mutiara Sukma, mahasiswa akan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai penanganan pasien dengan gangguan kesehatan mental. Kami juga siap berkolaborasi dalam program riset yang akan memberikan dampak positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan layanan kesehatan mental,” ungkap dr. Hj. Wiwin Nurhasida.
Lebih lanjut, kedua belah pihak berharap bahwa program ini akan memberikan dampak positif tidak hanya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di bidang kesehatan mental, tetapi juga dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental. Diharapkan kerjasama ini dapat menjadi model kolaborasi yang dapat diikuti oleh institusi pendidikan lain dan rumah sakit di seluruh Indonesia, guna menciptakan sistem layanan kesehatan mental yang lebih baik dan berkelanjutan.

