[MFH News, 08/01/2025] – Mataram, Dalam program NTB Bicara yang ditayangkan di TVRI NTB pada (07/01), Dosen dan Mahasiswa Politeknik menjadi sorotan utama dalam diskusi mengenai pentingnya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konsumsi makanan sehat demi masa depan yang lebih baik. Acara berlangsung di Studio Utama TVRI NTB, Jalan Pendidikan No. 45, Mataram.
Dr. Alfisahrin, M.Si., yang merupakan Wakil Direktur 4 Bidang Kerjasama dan Kehumasan Politeknik Medica Farma Husada Mataram, hadir sebagai pembicara utama. Beliau menyoroti pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat dalam menyukseskan program seperti MBG. “Peran perguruan tinggi sangat penting dalam pengabdian masyarakat. Program MBG ini adalah salah satu contoh nyata bagaimana pendidikan tinggi dapat menjadi agen perubahan di masyarakat,” ujar Dr. Alfisahrin dalam siarannya.

Selain Dr. Alfisahrin, Diva Aulia Safitri, Mahasiswa dari Program Studi Kearsipan, juga memberikan pandangan inspiratifnya. Diva menjelaskan bagaimana mahasiswa dapat berperan aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang terkait dengan program MBG.
“Mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak perubahan di masyarakat. Melalui program MBG, kami tidak hanya memberikan edukasi tentang pentingnya makan bergizi, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan yang menyentuh masyarakat secara nyata. Ini adalah bentuk kontribusi kami untuk membantu mewujudkan generasi sehat di NTB,” kata Diva.
Keterlibatan mahasiswa dalam program pengabdian masyarakat ini, lanjut Diva, tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa itu sendiri. “Kami belajar untuk memahami kebutuhan masyarakat dan bekerja sama dalam menciptakan solusi,” tambahnya.
Program NTB Bicara yang mengangkat isu MBG ini mendapat respons positif dari masyarakat. Diskusi yang berlangsung memberikan wawasan baru tentang bagaimana program MBG dapat diimplementasikan secara efektif dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat umum.
Dr. Alfisahrin juga menegaskan bahwa Politeknik akan terus mendukung inisiatif seperti MBG melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang terstruktur dan berkelanjutan. “Kami berharap program ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya makanan bergizi, khususnya bagi masyarakat NTB,” tutupnya.
Kehadiran dosen dan mahasiswa Politeknik dalam program NTB Bicara ini membuktikan bahwa pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam menyelesaikan masalah-masalah nyata di masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, program MBG diharapkan dapat menjadi model inisiatif yang bisa diterapkan di wilayah lain.
Program ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga menginspirasi penonton untuk terlibat aktif dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.

