Monev dan Desiminasi Hasil Hibah PDP Kemdikbudristek: Apa Inovasi Mengejutkan yang Dibawa 5 Tim Politeknik MFH?

[MFH News, 7/12/2024], Mataram – Politeknik Medica Farma Husada (MFH) Mataram baru-baru ini berpartisipasi dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta Desiminasi Hasil Penelitian Hibah PDP (Penelitian Dosen Pemula) Kemdikbudristek yang diselenggarakan oleh LLDikti Wilayah 8 pada Rabu (5/12) di Universitas Bumigora Mataram. Kegiatan ini dihadiri oleh 115 peneliti penerima hibah dari 40 perguruan tinggi yang tersebar di wilayah Sumbawa dan Lombok. Dalam acara tersebut, lima tim peneliti dari Politeknik MFH memaparkan hasil penelitian mereka yang beragam, mencakup topik-topik yang tak hanya menarik bagi kalangan akademisi, namun juga berpotensi memberikan dampak signifikan bagi masyarakat. Dari inovasi material hingga solusi kesehatan, tim MFH berhasil menggali potensi besar dalam bidang penelitian yang dapat mengubah kehidupan sehari-hari. Apa saja kejutan menarik yang ditemukan dalam penelitian mereka? Berikut ini adalah ulasan mendalam dari masing-masing topik penelitian yang dipaparkan

  • Fabrikasi dan Karakterisasi Prototipe Komposit Nanofiber dari Serat Daun Nanas sebagai Peredam Suara

Tim yang dipimpin oleh Wulan Ratia Ratulangi, M.Pd dan anggota Rosnalia Widyan, M.Eng berhasil menciptakan prototipe komposit nanofiber yang terbuat dari serat daun nanas, yang berfungsi sebagai peredam suara. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahan alami yang selama ini dianggap limbah, seperti serat daun nanas, dapat dimanfaatkan sebagai solusi peredam suara yang ramah lingkungan dan lebih terjangkau. “Dengan karakteristik serat daun nanas yang dapat menyerap suara dengan baik, kami berharap produk ini bisa menggantikan bahan peredam suara konvensional yang lebih mahal dan tidak ramah lingkungan,” ujar Wulan. Temuan ini memiliki potensi untuk diterapkan dalam berbagai industri, terutama pada sektor konstruksi dan otomotif yang membutuhkan material peredam suara.

  • Perubahan Kadar CRP dan Indeks Massa Tubuh pada Pasien Tuberculosis Paru yang Menjalani Terapi OAT dan Vitamin D

Penelitian kedua, yang dipresentasikan oleh Ni Nyoman Ariwidiani, SST. M.Imun dan Nurul Hadiatun, M.Kes, mempelajari perubahan kadar CRP (C-Reactive Protein) dan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada pasien tuberculosis paru yang menjalani terapi OAT (Obat Anti-Tuberkulosis) dan suplementasi Vitamin D. Hasil penelitian ini mengejutkan dengan temuan bahwa pemberian Vitamin D dapat mempercepat proses penyembuhan dengan menurunkan kadar CRP yang berfungsi sebagai indikator peradangan. “Pemberian Vitamin D ternyata juga dapat memperbaiki status gizi pasien TB, yang berkontribusi pada penurunan risiko komplikasi,” kata Ni Nyoman. Penemuan ini membuka kemungkinan baru dalam penanganan TB dengan pendekatan yang lebih terintegrasi dan terjangkau.

  • Technology Readiness and Acceptance Model: Analisis Kesiapan Pengguna dalam Penerapan Rekam Medis Elektronik di RSUD Provinsi NTB

Tim Nurul Khatimah Ismatullah, S.Tr.Kes., M.K.M dan Reni Chairunnisah, S.KM., M.Kes mengkaji kesiapan dan penerimaan pengguna terhadap penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di RSUD Provinsi NTB. Penelitian ini menggunakan Technology Readiness and Acceptance Model untuk menganalisis sejauh mana tenaga medis dan administratif di rumah sakit siap untuk beralih ke sistem digital. “Kami menemukan bahwa meskipun terdapat tantangan dalam hal infrastruktur dan pelatihan, secara umum, rumah sakit siap untuk mengadopsi RME asalkan ada dukungan yang kuat dari pemerintah dan manajemen rumah sakit,” ungkap Nurul. Penelitian ini memberi gambaran penting tentang proses transisi ke sistem digital yang lebih efisien dan ramah lingkungan dalam layanan kesehatan.

  • Antioksidan Minyak Goreng Curah dari Ekstrak Bongkol Jagung

Penelitian Roushandy Asri Fardani, S.Si., M.Pd dan Nurul Hadiatun, M.Kes berfokus pada pengembangan minyak goreng curah yang lebih sehat dengan menambahkan ekstrak bongkol jagung sebagai sumber antioksidan. Hasil penelitian ini mengejutkan, menunjukkan bahwa minyak goreng curah dengan tambahan ekstrak bongkol jagung tidak hanya mengurangi kerusakan oksidatif pada tubuh, tetapi juga memperbaiki kualitas gizi dari minyak goreng yang sering digunakan di pasar. “Bongkol jagung memiliki potensi besar sebagai bahan alami untuk meningkatkan kualitas minyak goreng curah yang seringkali kurang sehat. Kami berharap temuan ini bisa diterima oleh industri dan masyarakat,” ujar Roushandy. Penelitian ini berpotensi mengubah cara konsumsi minyak goreng di Indonesia dan memberikan alternatif yang lebih sehat bagi masyarakat.

  • Pengembangan Model Intervensi Kesehatan Mental Berbasis Self-Directed E-Learning untuk Meningkatkan Ketahanan dan Kesejahteraan Tenaga Kesehatan Pasca-Pandemi di Puskesmas Madapangga

Penelitian yang dipimpin oleh Hizriansyah, SKM., MPH, dengan Sirajunnasihin sebagai anggota timnya, mengembangkan model intervensi kesehatan mental berbasis self-directed e-learning untuk meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan tenaga kesehatan pasca-pandemi di Puskesmas Madapangga. Penelitian ini menggali pentingnya pemberian akses fleksibel kepada tenaga kesehatan melalui e-learning, memungkinkan mereka untuk mengakses materi yang relevan dengan kesehatan mental mereka. Hizriansyah menjelaskan, “Metode e-learning memberikan kesempatan bagi tenaga kesehatan untuk belajar secara mandiri tentang cara-cara mengelola stres dan membangun ketahanan mental, yang sangat diperlukan setelah berjuang menghadapi tekanan tinggi selama pandemi.” Temuan ini sangat penting, mengingat tantangan yang dihadapi oleh tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan dalam penanganan krisis kesehatan. Model e-learning yang dikembangkan ini tidak hanya memberikan keterampilan praktis untuk mengatasi tekanan mental, tetapi juga membantu tenaga kesehatan dalam menjaga keseimbangan emosi mereka, sehingga dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kegiatan Monev dan Desiminasi Hasil Penelitian Hibah PDP Kemdikbudristek yang diselenggarakan oleh LLDikti Wilayah 8 telah memberikan wawasan berharga mengenai hasil penelitian yang dilakukan oleh lima tim Politeknik MFH. Dari teknologi ramah lingkungan yang bermanfaat bagi industri, penanganan penyakit TB yang lebih efektif, hingga pengembangan sistem kesehatan mental yang inovatif bagi tenaga kesehatan, temuan-temuan ini menunjukkan komitmen Politeknik MFH dalam menciptakan solusi-solusi yang aplikatif untuk masyarakat. Harapannya, hasil penelitian ini tidak hanya terbatas pada dunia akademik, tetapi juga dapat diimplementasikan secara luas, memberikan dampak positif bagi masyarakat, dan berkontribusi pada kemajuan sektor kesehatan, lingkungan, dan industri di Indonesia.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Roushandy Asri Fardani, S.Si., M.Pd yang juga merupakan salah satu penerima hibah PDP, menyampaikan kebanggaannya terhadap pencapaian ini.

“Tim kami tidak hanya berupaya menghasilkan inovasi yang relevan, tetapi juga berorientasi pada penerapan nyata di masyarakat. Hibah PDP ini membuka peluang besar untuk mengembangkan penelitian berbasis kebutuhan lokal yang memiliki dampak luas,” ungkapnya.

“Kami juga terus berkomitmen untuk membawa Politeknik MFH menjadi pusat unggulan penelitian di bidang kesehatan dan teknologi. Ini adalah langkah awal menuju visi besar kami,” tambah ibu Shandi

Kegiatan Monev dan Diseminasi ini juga menjadi ajang berbagi ilmu dan pengalaman antarpeneliti, sekaligus peluang untuk mendapatkan masukan dari reviewer Kemdikbudristek. Lima tim Politeknik MFH berhasil mendapatkan evaluasi positif atas capaian mereka, yang membuktikan bahwa penelitian vokasi mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Politeknik MFH siap melanjutkan kiprah penelitiannya, menciptakan dampak nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran pendidikan tinggi vokasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Humas UNBIM

Asal Usul / Sejarah Universitas Bima Internasional MFH (UNBIM MFH) dulunya adalah Politeknik Medica Farma Husada (MFH) di Mataram, NTB. Politeknik MFH didirikan oleh Yayasan Cipta Medica Mandiri pada tahun 2009 dengan fokus pada pendidikan vokasi. Pada 10 Mei 2025, resmi bertransformasi menjadi universitas dengan nama Universitas Bima Internasional MFH. Visi dan Misi / Cita-cita UNBIM MFH memiliki visi internasional: menjadi “magnet pendidikan dunia” dan pusat pendidikan unggulan di kawasan Asia Tenggara. Berkomitmen pada internasionalisasi: menjalin kerja sama dengan universitas luar negeri, pertukaran mahasiswa dan dosen, riset kolaboratif internasional. Mendorong tridharma perguruan tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Program Studi Sebelum menjadi universitas, Politeknik MFH memiliki 10 program studi vokasi (D3 dan sarjana terapan), terutama di bidang kesehatan, teknologi laboratorium, sistem informasi, manajemen kesehatan, dan lainnya. Dengan transformasi menjadi universitas, diharapkan UNBIM MFH akan mengembangkan program studi baru (meskipun detail lengkap fakultasnya mungkin masih dalam pengembangan). Kepemimpinan Rektor UNBIM MFH adalah Dr. Syamsuriansyah, MM., M.Kes. Direktur (saat masih Politeknik) adalah Apt. Ajeng Dian Pratiwi, M.Farm. Dr. Syamsuriansyah juga berperan sebagai tokoh penting dalam yayasan dan di komunitas pendidikan internasional, misalnya sebagai Presiden AASMT (Asean Association of Schools of Medical Technology). Prestasi dan Pengakuan Politeknik MFH pernah mendapat peringkat sebagai Perguruan Tinggi Vokasi Terbaik di NTB UNBIM MFH menjalin kerja sama strategis dengan banyak universitas di kawasan ASEAN (Filipina, Vietnam, Kamboja, Thailand, Malaysia). Ruang lingkup kolaborasi mencakup pertukaran akademik, riset internasional, seminar & konferensi bersama, kurikulum global, dan peningkatan kapasitas institusi. Budaya dan Tradisi Ada tradisi unik di kampus MFH: memberikan hadiah umroh kepada dosen dan tenaga kependidikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka. Fokus pada tenaga pengajar muda dan energik untuk mendorong inovasi pendidikan dan penelitian. Alamat / Lokasi Kampus UNBIM MFH berlokasi di Jalan Medica Farma No. 1, Mataram, NTB