Merekatkan Ingatan Kolektif Lewat Literasi Arsip: Kuliah Pakar Bersama Gol A Gong Duta Baca Indonesia

Red. Muhamad Khalid Iswadi, M.Sos (Dosen PARI)

[MFH News, 30/10/2024], Mataram – Politeknik Medica Farma Husada Mataram baru-baru ini mengadakan kuliah pakar pada hari Jumat 25 Oktober 2024 bertajuk “Implikasi Literasi Arsip Terhadap Keberlanjutan Informasi: Bagaimana Literasi Arsip Memengaruhi Pelestarian Sejarah, Serta Akses Publik Terhadap Informasi”, dengan narasumber utama Gol a gong, duta baca Indonesia. Acara ini diharapkan menjadi ajang refleksi mendalam bagi mahasiswa, dan akademisi mengenai pentingnya literasi arsip dalam pelestarian warisan sejarah serta akses publik terhadap informasi. Ketua panitia acara, Muhamad Khalid Iswadi., M.Sos mengungkapkan bahwa pemilihan tema ini didorong oleh kebutuhan mendesak akan pemahaman publik terhadap fungsi arsip dalam membangun masa depan yang berbasis pada kesadaran sejarah. “literasi arsip adalah landasan yang akan mendukung keberlanjutan informasi bagi generasi mendatang. Kami berharap kuliah pakar ini menjadi pintu masuk untuk meningkatkan literasi arsip di kalangan generasi muda, khususya mahasiswa dan segenap civitas akademik Politeknik Medica Farma Husada Mataram” ungkapnya.

 Dalam sambutannya, direktur politeknik medica farma husada, Apt. Dian Ajeng Pertiwi, M.Farm., menekankan bahwa acara ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi langkah untuk menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya arsip sebagai jejak autentik sejarah bangsa. “Literasi arsip bukan sekadar penyimpanan data. Ini adalah tentang bagaimana kita menjaga kontinuitas sejarah serta memberikan akses seluas-luasnya kepada masyarakat,” ujar Apt. Dian Ajeng Pertiwi, M.Farm. Menurutnya, literasi arsip yang kuat di kalangan akademisi dan mahasiswa adalah langkah penting dalam membentuk generasi yang sadar akan pentingnya identitas budaya dan sejarah bangsa. Mengahdirkan satu-satunya  jurusan pengelolaan arsip dan rekaman informasi (PARI) di provinsi NTB menjadi angin segar menjawab urgensi arsip dalam pelestarian sejarah dan informasi. Memperkokoh pondasi arsip, kuliah pakar tersebut dirangkai dengan penanda tanganan Mou Antara Politeknik Medica Farma Husada Mataram dengan Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Provinsi NTB

Gol a gong, dalam paparannya, mengajak para peserta untuk tidak hanya melihat arsip sebagai dokumen mati yang berdebu di ruang penyimpanan. Menurutnya, arsip adalah medium hidup yang menyimpan kisah dan makna, menjembatani masa lalu dengan masa kini, serta menjadi warisan esensial bagi masa depan. “Literasi arsip adalah kunci untuk memahami identitas kolektif kita. Tanpa literasi arsip yang kuat, kita berisiko kehilangan ingatan kolektif, yang pada akhirnya mengaburkan jejak sejarah,” ujarnya, menekankan pentingnya peran arsip dalam menjaga ingatan sejarah bangsa.

Dalam perspektif Gol a gong, literasi arsip menjadi semakin mendesak di era digital yang terus berkembang pesat. Transformasi digital yang merambah ke berbagai bidang termasuk arsip, di satu sisi memungkinkan akses informasi yang lebih mudah, namun di sisi lain juga menyimpan risiko kehilangan atau kerusakan informasi jika tidak dikelola dengan baik. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi arsip memang memiliki peran penting dalam pelestarian informasi. Sebagaimana disampaikan dalam journal of archival science, digitalisasi arsip membantu menjaga keamanan dan aksesibilitas arsip bersejarah yang rentan hilang akibat degradasi fisik. Gol a gong juga mengingatkan bahwa proses digitalisasi ini harus diiringi dengan literasi yang cukup, agar masyarakat bisa memahami dan mengakses arsip dengan benar. “Digitalisasi arsip bukan semata teknologi. Ini adalah investasi jangka panjang bagi keberlanjutan pengetahuan dan warisan sejarah kita. Masyarakat, khususnya mahasiswa perlu diberikan pemahaman untuk mampu mengakses dan mengkritisi informasi dari arsip yang ada, sehingga dapat diolah menjadi pengetahuan yang berharga,” tambahnya.

Menurut Gol a gong, arsip yang tidak terkelola dengan baik berisiko kehilangan konteks, yang justru menjadi inti dari keberadaan arsip itu sendiri. Selaras dengan pemikiran dari Helen samuels dalam karyanya who controls the past?, yang menekankan bahwa pelestarian arsip harus memperhatikan konteks sosialnya, agar arsip tersebut tetap relevan dan berguna bagi publik .

Gol a gong memberikan pandangan reflektif bahwa literasi arsip bukanlah pekerjaan yang selesai semudah membalikkan telapak tangan. Ini adalah proses yang menuntut komitmen kolektif dari berbagai elemen . Ia mengajak mahasiswa untuk berperan aktif dalam mengarsipkan berbagai peristiwa penting yang terjadi di sekitar mereka, termasuk arsip pribadi. “Melalui arsip, kita bisa menyelamatkan masa lalu untuk masa depan. Setiap arsip adalah bagian dari cerita besar kita sebagai bangsa yang harus dijaga dan dibagikan,” tutupnya.

Kuliah ini menekankan bahwa arsip pribadi adalah bagian integral dan mendasar dari literasi arsip yang berkontribusi pada narasi besar sejarah bangsa. Sebuah negara bukan hanya dibangun oleh kisah besar, tetapi juga oleh ribuan cerita kecil yang terekam dalam setiap arsip pribadi warganya. Bagi Gol A Gong, literasi arsip pribadi mengajarkan kita untuk lebih menghargai masa lalu dan memberikan perspektif yang kaya terhadap narasi sejarah yang sering kali hanya berfokus pada peristiwa besar. Pemaparan gol a gong di kuliah pakar ini memberikan wawasan segar tentang pentingnya literasi arsip bagi keberlanjutan informasi serta aksesibilitas masyarakat terhadap pengetahuan sejarah. Arsip adalah salah satu bentuk warisan yang tidak ternilai, dan literasi arsip adalah langkah pertama dalam menjaga warisan tersebut tetap hidup dan bermakna bagi generasi masa depan.

Humas UNBIM

Asal Usul / Sejarah Universitas Bima Internasional MFH (UNBIM MFH) dulunya adalah Politeknik Medica Farma Husada (MFH) di Mataram, NTB. Politeknik MFH didirikan oleh Yayasan Cipta Medica Mandiri pada tahun 2009 dengan fokus pada pendidikan vokasi. Pada 10 Mei 2025, resmi bertransformasi menjadi universitas dengan nama Universitas Bima Internasional MFH. Visi dan Misi / Cita-cita UNBIM MFH memiliki visi internasional: menjadi “magnet pendidikan dunia” dan pusat pendidikan unggulan di kawasan Asia Tenggara. Berkomitmen pada internasionalisasi: menjalin kerja sama dengan universitas luar negeri, pertukaran mahasiswa dan dosen, riset kolaboratif internasional. Mendorong tridharma perguruan tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Program Studi Sebelum menjadi universitas, Politeknik MFH memiliki 10 program studi vokasi (D3 dan sarjana terapan), terutama di bidang kesehatan, teknologi laboratorium, sistem informasi, manajemen kesehatan, dan lainnya. Dengan transformasi menjadi universitas, diharapkan UNBIM MFH akan mengembangkan program studi baru (meskipun detail lengkap fakultasnya mungkin masih dalam pengembangan). Kepemimpinan Rektor UNBIM MFH adalah Dr. Syamsuriansyah, MM., M.Kes. Direktur (saat masih Politeknik) adalah Apt. Ajeng Dian Pratiwi, M.Farm. Dr. Syamsuriansyah juga berperan sebagai tokoh penting dalam yayasan dan di komunitas pendidikan internasional, misalnya sebagai Presiden AASMT (Asean Association of Schools of Medical Technology). Prestasi dan Pengakuan Politeknik MFH pernah mendapat peringkat sebagai Perguruan Tinggi Vokasi Terbaik di NTB UNBIM MFH menjalin kerja sama strategis dengan banyak universitas di kawasan ASEAN (Filipina, Vietnam, Kamboja, Thailand, Malaysia). Ruang lingkup kolaborasi mencakup pertukaran akademik, riset internasional, seminar & konferensi bersama, kurikulum global, dan peningkatan kapasitas institusi. Budaya dan Tradisi Ada tradisi unik di kampus MFH: memberikan hadiah umroh kepada dosen dan tenaga kependidikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka. Fokus pada tenaga pengajar muda dan energik untuk mendorong inovasi pendidikan dan penelitian. Alamat / Lokasi Kampus UNBIM MFH berlokasi di Jalan Medica Farma No. 1, Mataram, NTB