Mataram, UNBIM – Dalam upaya meningkatkan kapasitas mahasiswa di bidang kesehatan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi kegawatdaruratan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bima Internasional MFH (UNBIM) bekerja sama dengan Laskar Mahasiswa Peduli Kesehatan (LAMPAK) NTB menyelenggarakan Workshop Kesehatan dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang berlangsung di Aula Universitas Bima Internasional MFH, Sabtu (23/05/2026).
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara BEM, organisasi kemahasiswaan (Ormawa) UNBIM MFH, dan LAMPAK NTB dalam menghadirkan edukasi kesehatan yang aplikatif bagi mahasiswa. Workshop dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama pada situasi darurat, khususnya melalui penerapan Bantuan Hidup Dasar (BHD).
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua BEM UNBIM, Adi Kurniawan, yang menegaskan pentingnya mahasiswa memiliki keterampilan dasar penyelamatan jiwa sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan kemanusiaan.
“Melalui workshop ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kemampuan praktis dalam memberikan pertolongan pertama saat menghadapi kondisi kegawatdaruratan. Keterampilan ini sangat penting dan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Adi Kurniawan.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UNBIM, Idham Khalid, M.Si, yang mengapresiasi inisiatif BEM dan kolaborasi dengan LAMPAK NTB dalam menghadirkan program pengembangan kapasitas mahasiswa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ahmad Zam Zam Harir selaku Ketua LAMPAK NTB yang menyampaikan komitmennya untuk terus membangun sinergi dengan perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi dan keterampilan kesehatan di kalangan generasi muda.
Sebagai narasumber utama, Ns. Ezar Hadiyan, M.Kes, yang juga merupakan Kepala Ruangan ICU Rumah Sakit Universitas Mataram, memberikan materi mengenai konsep dasar kegawatdaruratan, teknik Bantuan Hidup Dasar (BHD), serta langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi korban henti napas maupun henti jantung.
“Golden period atau waktu emas dalam penanganan korban sangat menentukan peluang keselamatan. Oleh karena itu, kemampuan melakukan Bantuan Hidup Dasar menjadi keterampilan penting yang seharusnya dimiliki oleh setiap individu, termasuk mahasiswa,” jelas Ns. Ezar Hadiyan, M.Kes.
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi demonstrasi dan praktik langsung teknik Bantuan Hidup Dasar yang dipandu oleh tim instruktur dari LAMPAK NTB. Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta yang aktif berdiskusi dan mempraktikkan teknik-teknik yang telah dipelajari.
Melalui kegiatan ini, UNBIM kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga pada keterampilan hidup (life skills), kepedulian sosial, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.
By, “Humas UNBIM”
