You are currently viewing Perkuat Mutu Akademik Berdampak, LPPM dan Direktorat Pendidikan Luncurkan Skema Baru Tugas Akhir Berbasis Riset dan Proyek

Perkuat Mutu Akademik Berdampak, LPPM dan Direktorat Pendidikan Luncurkan Skema Baru Tugas Akhir Berbasis Riset dan Proyek

[Diksa News, 31/01/2026], Mataram — Upaya peningkatan mutu akademik terus digenjot. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bersama Direktorat Pendidikan resmi meluncurkan skema baru tugas akhir berbasis riset dan proyek dalam kegiatan launching dan sosialisasi yang digelar pada Selasa, 27 Januari, bertempat di Aula Bima Universitas Bima Internasional MFH.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam transformasi akademik kampus, ditandai dengan kehadiran seluruh Ketua Program Studi (Kaprodi) serta mahasiswa lintas semester dari berbagai program studi. Antusiasme peserta mencerminkan besarnya perhatian terhadap kebijakan baru yang membuka lebih banyak pilihan dan ruang kreativitas dalam penyelesaian tugas akhir.

Wakil Rektor I Bidang Pendidikan dan Kerjasama, Bapak Hizriansyah, SKM., M.P.H dalam sambutannya menegaskan bahwa skema baru ini dirancang untuk menjawab tantangan pendidikan tinggi yang menuntut relevansi, fleksibilitas, dan dampak nyata. Menurutnya, mahasiswa tidak lagi diposisikan hanya sebagai penulis skripsi, tetapi sebagai peneliti, inovator, dan problem solver.

“Skema tugas akhir berbasis riset dan proyek ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kompetensi riil, baik melalui penelitian, publikasi, maupun proyek yang berdampak. Ini adalah bagian dari penguatan mutu akademik dan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja,” tegas Hizriansyah.

Sementara itu, Kepala LPPM, Roushandy Asri Fardani, M.Pd, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk integrasi antara akademik, riset, dan pengabdian. Skema baru ini mencakup berbagai jalur, mulai dari skripsi berbasis riset, Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), publikasi artikel ilmiah, hingga proyek inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri.

“Mahasiswa kini memiliki banyak pilihan sesuai minat dan potensinya. LPPM siap mendampingi agar setiap karya tugas akhir tidak berhenti di meja ujian, tetapi bisa memberi kontribusi nyata,” ungkapnya.

Respons positif juga datang dari kalangan mahasiswa. Liana Oktaviana, mahasiswa semester 6 Program Studi Farmasi, menilai kebijakan ini sebagai angin segar bagi mahasiswa yang ingin berkembang lebih luas.

“Skema ini sangat membantu karena mahasiswa bisa memilih jalur tugas akhir yang sesuai dengan minat dan kemampuan. Kami jadi lebih termotivasi untuk menghasilkan karya yang tidak hanya lulus, tapi juga bermanfaat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Mursalin, mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL), yang telah terlibat langsung dalam proyek perancangan website untuk UMKM. Ia menilai skema tugas akhir berbasis proyek sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa vokasi dan dunia industri.

“Saya sudah mendesain website untuk UMKM, dan dengan skema ini, hasil kerja kami bisa diakui sebagai tugas akhir. Ini sangat membantu karena apa yang kami kerjakan benar-benar dibutuhkan di lapangan,” ujar Mursalin.

Melalui peluncuran skema baru ini, kampus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan sistem akademik yang adaptif, inovatif, dan selaras dengan perkembangan pendidikan tinggi nasional. Transformasi tugas akhir ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mencetak lulusan yang unggul, kompeten, dan berdampak.