You are currently viewing WR 1 Pilih 10 Diksa Muda Terbaik dari 42 Pendaftar Program CACS Sebagai Laboratorium Kepemimpinan Mahasiswa

WR 1 Pilih 10 Diksa Muda Terbaik dari 42 Pendaftar Program CACS Sebagai Laboratorium Kepemimpinan Mahasiswa

[Kabar Diksa, 12/11/2025], Mataram — Dari total 42 pendaftar yang berasal dari berbagai program studi, akhirnya terpilih 10 mahasiswa terbaik untuk bergabung dalam Center for Academic and Collaborative Studies (CACS) — sebuah laboratorium kepemimpinan mahasiswa di bawah koordinasi Wakil Rektor I Bidang Pendidikan dan Kerjasama.

Program ini menjadi angin segar bagi dunia kemahasiswaan, karena tidak hanya memberi ruang magang biasa, tetapi menjadi inkubator lahirnya pemimpin muda visioner yang siap berperan dalam transformasi akademik kampus.

“Kami ingin menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan membaca arah perubahan dan menciptakan solusi,” ujar Wakil Rektor I, Hizriansyah, SKM., M.P.H.

“Melalui CACS, mahasiswa belajar menjadi bagian dari ekosistem akademik — berpikir kritis, beraksi nyata, dan memimpin dengan integritas, tambahnya.

Melalui program ini, para Diksa Muda akan menjalani proses pendampingan intensif untuk memahami dinamika akademik, inovasi kurikulum, hingga kolaborasi lintas bidang. Mereka akan terlibat langsung dalam proyek-proyek strategis kampus dan belajar bagaimana kebijakan akademik dirancang, dijalankan, dan dievaluasi.

Salah satu Diksa Muda terpilih, Amir Rizki Mahasiswa Semester 1 Prodi Sains biomedis menyampaikan rasa bangganya dapat menjadi bagian dari program ini. “Bergabung di CACS membuat saya merasa diberi kesempatan untuk tidak hanya belajar, tapi juga berkontribusi. Kami ingin menjadi generasi yang membantu kampus bergerak lebih maju dengan ide dan aksi nyata,” ujarnya penuh semangat.

Dengan semangat “Think Critically, Act Collaboratively, Lead Impactfully”, CACS diharapkan menjadi wadah pembentukan karakter pemimpin muda yang berintegritas, adaptif, dan berdaya sosial tinggi. Para Diksa Muda ini bukan hanya akan menjadi peserta program, tetapi juga motor penggerak perubahan akademik — membawa semangat baru untuk menjembatani gagasan mahasiswa dengan kebijakan kampus yang berorientasi pada masa depan