[Kabar DIKSA, 10/11/2025], Mataram — Tim Direktorat Pendidikan dan Kerja Sama Universitas Bima Internasional (UNBIM) menghadiri kegiatan IPB Stakeholder Forum yang digelar di Garuda Main Hall 1, BSD City, Tangerang (8/11). Forum ini menjadi wadah strategis untuk mempertemukan perguruan tinggi, dunia industri, dan para mitra potensial dalam membangun ekosistem kolaborasi pendidikan dan riset yang lebih kuat di tingkat nasional.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Institut Pertanian Bogor (IPB University) tersebut dihadiri oleh berbagai perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk sejumlah kampus dari Nusa Tenggara Barat (NTB), antara lain Universitas Mahasaraswati Denpasar, Universitas Pendidikan Nasional, Universitas Marwadewa, Universitas Islam Al-Azhar, Universitas Hamzanwadi, Universitas Bumigora, Universitas Pendidikan Mandalika, Universitas Primakara, dan Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional.
Partisipasi UNBIM dalam forum ini menjadi langkah penting dalam menyusun peta potensi kemitraan industri dan akademik yang dapat memperluas jejaring kerja sama lintas wilayah. Melalui kegiatan ini, Direktorat Pendidikan dan Kerja Sama UNBIM turut menjajaki berbagai peluang kolaborasi, mulai dari program magang industri, riset terapan bersama, hingga pengembangan model pembelajaran berbasis kebutuhan dunia kerja.
“Forum ini memberikan ruang yang sangat luas bagi kampus untuk menemukan mitra strategis, baik dari sektor pendidikan maupun industri. Harapannya, UNBIM dapat membawa pulang jejaring baru yang relevan dengan kebutuhan pengembangan kurikulum dan peningkatan kompetensi mahasiswa,” ujar tim Diksa, Adriyan Suhada, M.Sc.
IPB Stakeholder Forum juga menjadi momentum penting untuk mengidentifikasi potensi sinergi antara dunia akademik dan dunia usaha (link and match), sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang berorientasi pada inovasi dan produktivitas.
Dengan keikutsertaan UNBIM dalam forum bergengsi ini, diharapkan terbangun kerja sama yang konkret dan berkelanjutan — tidak hanya antarperguruan tinggi di wilayah NTB, tetapi juga dengan mitra industri di tingkat nasional.
