Saat ini, kebutuhan terhadap tenaga kerja profesional di bidang penyuluhan peternakan dan kesejahteraan hewan di Indonesia semakin meningkat. Kondisi ini dipicu oleh tuntutan pembangunan sektor peternakan yang berkelanjutan dan berbasis kesehatan masyarakat veteriner (One Health). Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi juga menegaskan pentingnya pemberdayaan peternak rakyat melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) penyuluh peternakan yang adaptif terhadap kemajuan teknologi dan perubahan iklim.
Tingginya kebutuhan tenaga kerja di bidang ini dapat terlihat dari banyaknya permintaan tenaga penyuluh, paramedik veteriner, serta tenaga teknis kesejahteraan hewan di berbagai instansi pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, hingga perusahaan agribisnis dan peternakan. Berdasarkan data dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Indonesia masih mengalami kekurangan tenaga penyuluh pertanian dan peternakan yang kompeten di tingkat lapangan. Kondisi ini juga terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yang memiliki potensi besar di sektor peternakan, terutama sapi, kambing, dan unggas, namun belum sepenuhnya didukung oleh tenaga penyuluh yang memadai dan terlatih secara profesional. Oleh karena itu, lulusan Program Studi D-IV Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan memiliki peluang kerja yang luas, baik di instansi pemerintah, sektor swasta, lembaga penelitian, maupun sebagai wirausaha dan konsultan peternakan rakyat
Kompetensi Lulusan
- Sebagai tenaga Sarjana Sains Terapan yang memiliki keunggulan bidang manajerial dan soft skill penyuluhan peternakan dan kesejahteraan hewan yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan bermoral Pancasila;
- Sebagai tenaga Sarjana Sains Terapan yang mampu mengikuti perkembangan teknologi bidang penyuluhan peternakan dan kesejahteraan hewan dan menjabarkan program menjadi rencana kerja, membuat perhitungan produksi dan biaya di bidang penyuluhan peternakan dan kesejahteraan hewan dengan mengelola sumber daya daerah Nusa Tenggara Barat, khususnya sumber daya penyuluhan peternakan dan kesejahteraan hewan kawasan daerah Lombok;
- Sebagai tenaga Sarjana Sains Terapan yang mampu mengembangkan komunikasi dalam upaya memajukan penyuluhan peternakan dan kesejahteraan hewan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang penyuluhan peternakan dan kesejahteraan hewan.
- Manajer atau community leader pada suatu perusahaan atau instansi baik pemerintah atau swasta dalam bidang penyuluhan peternakan dan kesejahteraan hewan atau bidang yang terkait;;
- Entrepreneur atau membangun dan mengembangkan usaha bidang penyuluhan peternakan dan kesejahteraan hewan baik usaha sendiri atau bergabung dalam suatu kelompok;
- Penerap dan pengembang ilmu, menguasai ilmu pengetahuan dasar bidang penyuluhan peternakan dan kesejahteraan hewan dan memulai mengembangkan teknologi inovatif bidang peternakan secara umum untuk kesejahteraan lingkungan
Kompetensi Lulusan
Menjadi program studi yang unggul terhadap pemberdayaan kelompok peternakan rakyat yang berbasis one health dalam peternakan berkelanjutan
- Menyelenggarakan pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berkualitas di bidang penyuluhan peternakan dan penerapan konsep one health untuk mendukung peternakan berkelanjutan.
- Melaksanakan pengembangan riset terapan yang berfokus pada pemberdayaan kelompok peternakan rakyat serta integrasi aspek kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan.
- Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui pendampingan, advokasi, dan penguatan kelembagaan peternakan rakyat berbasis prinsip one health.
- Menjalin kerja sama strategis dengan pemerintah, swasta, dan organisasi internasional dalam pengembangan kapasitas peternakan rakyat yang berdaya saing dan berkelanjutan
