[MFH News, 26/06/2025], Mataram – Apa jadinya jika budaya tak hanya dilestarikan, tapi juga dijadikan napas kehidupan kampus? Inilah langkah berani Universitas Bima Internasional MFH (UNBIM), yang baru saja meluncurkan program “Sehari Berbudaya” — sebuah gerakan bulanan yang tak hanya merayakan warisan lokal, tetapi juga mengasah jiwa global mahasiswa.
Lebih dari sekadar seremonial, “Sehari Berbudaya” hadir sebagai ruang pembentukan karakter. Di setiap bulannya, mahasiswa UNBIM diajak untuk menjelajahi nilai-nilai budaya melalui berbagai ekspresi seperti pakaian adat, pertunjukan seni, diskusi nilai-nilai lokal, hingga aktivitas kreatif bertema kebudayaan. Semua ini diarahkan untuk membentuk profil lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga sadar jati diri dan siap menembus tantangan global.
Dalam pidatonya saat peluncuran program, Rektor UNBIM Dr. Syamsuriansyah, MM., M.Kes. menegaskan bahwa kampus masa kini tak cukup hanya menghasilkan lulusan yang pintar secara akademik. “Kami ingin membentuk mahasiswa yang memiliki karakter kuat: peduli (caring), berpikiran terbuka (open-minded), adaptif terhadap perubahan, kreatif dalam solusi, dan kompetitif di level global,” ujar beliau penuh semangat.
Lebih lanjut, Dr. Syam menjelaskan bahwa budaya adalah pintu masuk yang paling kontekstual dan membumi untuk menanamkan nilai-nilai global. “Budaya melatih kita untuk mendengar sebelum menilai, memahami sebelum menghakimi. Itu akar dari karakter open-minded dan adaptif. Ketika mahasiswa kita mencintai budaya, mereka sebenarnya sedang dilatih untuk menjadi warga dunia yang inklusif, kreatif, dan kuat identitas,” tambahnya.

Program ini tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga bagian dari kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) UNBIM, yang memperkuat misi kampus dalam mencetak lulusan unggul, adapaptif dan berdaya saing nasional dan internasional. Sehari Berbudaya diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas lokal sekaligus memperluas perspektif global.
Dengan slogan “Berbudaya Sehari, Berkarakter Seumur Hidup,” UNBIM berharap gerakan ini akan menjadi tradisi baru yang melekat kuat di hati mahasiswa. Kegiatan ini juga akan menjadi wadah ekspresi lintas program studi, memperkuat kolaborasi, kreativitas, dan toleransi antar mahasiswa dari latar belakang yang berbeda.
Gerakan ini pun mendapat sambutan hangat dari para dosen dan mahasiswa. Banyak yang menilai bahwa inisiatif ini memberi ruang untuk mengenali kembali jati diri bangsa, sekaligus menjadi pengingat bahwa dalam budaya lokal, tersimpan kekuatan global. (Red. Al Hijr)
