[MFH News, 30/04/2025], Mataram – Politeknik Medica Farma Husada Mataram menggelar upacara penerjunan 376 mahasiswa dalam Inbound International Mobility programe tahun 2025 yang akan tersebar di 23 lokasi pengabdian pada Senin (28/4). Agenda ini dihadiri oleh Direktur Politeknik Medoca Farma Husada Mataram, Pembina Yayasan Medika Cipta Mandiri Mataram, serta Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) yang sekaligus sebagai ketua panitia pelaksana. Upacara ini menandai babak baru dalam perjalanan dalam transformasi Politeknik menjadi Universitas Bima Internasional menuju pusat pendidikan yang terhubung dengan komunitas akademik global.
Dalam sambutannya, Direktur Politeknik MFH Mataram, Apt. Ajeng Dian Pertiwi, M.Farm, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian ini. Ia menyatakan, “Program Inbound Mobility ini merupakan salah satu langkah besar yang kami ambil untuk memperkuat hubungan dengan universitas dan lembaga pendidikan di luar negeri. Puluhan mahasiswa dari Malaysia akan membawa pengalaman, pengetahuan, dan perspektif baru yang sangat berharga bagi kami.”

Ia juga menekankan pentingnya kerjasama internasional dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta mempersiapkan mahasiswa untuk berkompetisi di tingkat global. “Melalui program ini, kami berharap mahasiswa kami dapat memperluas jaringan, mengembangkan wawasan, serta mempersiapkan diri untuk tantangan global yang semakin kompleks,” tambahnya.
Beberapa universitas dan perguruan tinggi yang turut berpartisipasi dalam program ini antara lain: MFH, University College MAIWP International (UCMI) Malaysia, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yapis Dompu, Universitas Islam Al-Azhar Mataram, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima, STKIP Yapis Dompu, Inkes Yarsi Mataram.
Pembina Yayasan Medika Cipta Mandiri Mataram, Dr. Syamsuriansyah, dalam kesempatan yang sama juga memberikan apresiasi terhadap keberhasilan program ini. “Kami sangat mendukung penuh program ini karena tidak hanya memperkaya pengalaman akademik mahasiswa, tetapi juga memperkuat citra Universitas Bima Internasional kedepannya sebagai lembaga pendidikan yang mampu bersaing di kancah internasional,” ujarnya.
Dr. Syam menambahkan, yayasan akan terus berupaya untuk memberikan fasilitas dan dukungan terbaik bagi program internasional ini. “Kolaborasi internasional yang terjalin melalui program ini membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri dalam konteks global,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua LPPM yang sekaligus sebagai ketua pelaksana, Bu Rhousandi Asri F, S.Pd., M.Si, yang juga turut serta dalam acara tersebut, mengungkapkan peran penting program ini dalam mendukung penelitian dan pengabdian masyarakat. “Sebagai ketua pelaksana, saya merasa bangga melihat program Inbound Mobility ini berjalan sukses. Ini adalah kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk berkolaborasi dalam penelitian internasional, yang pada gilirannya dapat membawa manfaat besar bagi masyarakat,” tutur Bu Rhousandi.
Ia juga menekankan bahwa program ini bukan hanya sekadar tentang menghadirkan mahasiswa dari Malaysia, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat kapasitas penelitian yang lebih luas. “Melalui kerjasama riset dengan Malaysia, kami dapat mengangkat kualitas penelitian di Politeknik dan memberikan kontribusi yang signifikan pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” lanjut Bu Rhousandi.
Dengan keberhasilan Program Inbound Mobility 2025, Politeknik berharap dapat terus mengembangkan kerjasama internasional yang lebih luas. Direktur Apt. Ajeng menegaskan, “Kami berkomitmen untuk terus membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk berkolaborasi dengan universitas di seluruh dunia, sehingga menjadikan Universitas Bima Internasional kedepan sebagai pusat pendidikan internasional yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Politeknik juga berencana untuk memperluas cakupan program ini dengan melibatkan lebih banyak universitas internasional dalam rangka menciptakan pendidikan yang lebih inklusif dan berorientasi global.
Upacara penerjunan ditutup dengan harapan besar dari para pemimpin akademik Universitas Bima Internasional. “Program ini adalah langkah awal dalam perjalanan panjang untuk menjadikan Universitas Bima Internasional sebagai bagian dari jaringan pendidikan global. Kami berharap dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memberi kontribusi positif bagi perkembangan dunia pendidikan internasional,” pungkas Bu Rhousandi. (Al Hijr)
