[MFH News, 23/04/2025] – Mataram Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Politeknik Medica Farma Husada Mataram menggelar pembekalan untuk 303 mahasiswa yang akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional. Acara yang berlangsung di Gedung Aula BIMA Politeknik ini bertujuan untuk mempersiapkan para mahasiswa dalam menghadapi tantangan global serta memberikan kontribusi nyata untuk pembangunan daerah, khususnya di wilayah Lombok dan sekitarnya.
Pembekalan yang berlangsung selama seharian ini dihadiri oleh Ketua LPPM, Rhousandi Asri Fardani, M.Pd, serta sejumlah dosen pembimbing. Dalam sambutannya, Rhousandi Asri Fardani menekankan pentingnya program KKN Internasional sebagai wahana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan sosial, keterampilan kepemimpinan, dan adaptasi terhadap budaya serta kondisi global yang semakin dinamis.
“Melalui program KKN Internasional, mahasiswa tidak hanya akan belajar tentang bagaimana bekerja dalam tim yang beragam, tetapi juga bagaimana memberikan solusi konkret bagi tantangan yang dihadapi masyarakat lokal di Lombok. Kami berharap, setelah mengikuti program ini, para mahasiswa dapat membawa pengalaman dan pengetahuan yang berharga, serta memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah,” ujar Rhousandi.
Kegiatan ini juga menghadirkan berbagai sesi pelatihan yang dirancang untuk memperkenalkan mahasiswa pada konsep-konsep penting dalam pengembangan masyarakat internasional, serta strategi yang efektif untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik di tingkat lokal maupun global. Selain itu, mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk belajar mengenai nilai-nilai budaya yang ada di masyarakat Lombok, sehingga mereka dapat lebih memahami konteks lokal dalam merancang program kerja KKN mereka.
Program KKN Internasional ini akan membawa mahasiswa MFH ke berbagai lokasi yang memiliki permasalahan sosial dan ekonomi yang beragam. Mereka akan bekerja sama dengan masyarakat setempat dalam rangka mengidentifikasi masalah serta merancang dan melaksanakan solusi yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dalam rangka mempersiapkan mahasiswa untuk keberhasilan program KKN Internasional ini, LPPM juga melakukan pendampingan intensif selama pelaksanaan KKN. Mahasiswa diharapkan tidak hanya berperan sebagai agen perubahan, tetapi juga sebagai jembatan penghubung antara pengetahuan global dan kebutuhan masyarakat lokal.
Diharapkan dengan adanya program KKN Internasional ini, mahasiswa tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat di daerah-daerah yang menjadi lokasi KKN, tetapi juga dapat memperkenalkan potensi Lombok sebagai bagian dari masyarakat global yang semakin terhubung.
“Ini adalah kesempatan emas bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang mereka peroleh di kampus dalam konteks yang lebih luas. Kami percaya, melalui kolaborasi internasional yang dilakukan dalam KKN ini, akan tercipta inovasi-inovasi baru yang akan bermanfaat bagi pembangunan daerah, khususnya di Lombok,” tutup Rhousandi.
Dengan total peserta 303 mahasiswa, pembekalan ini menjadi langkah awal yang penting untuk memastikan bahwa program KKN Internasional yang dimulai pada bulan Juni mendatang dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak yang maksimal bagi masyarakat lokal maupun global. (Al Hijr)
